
Suasana deretan toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (30/6/2021). Tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta membuat penjualan alat kesehatan, obat, dan vitamin di Pasar Pramuka meningkat hingga 50 persen. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Tenaga kesehatan di RSUP Sardjito Jogjakarta kelabakan menangani pasien Covid-19. Jumlah pasien terus bertambah, sementara stok oksigen menipis.
Tak ayal, 63 pasien Covid-19 di RSUP dr. Sardjito meninggal dunia dalam tempo 24 jam. Sebanyak 33 pasien meninggal setelah pukul 20.00 pada Sabtu (3/7).
Situasi itu membuat anggota DPRD DIJ Muhammad Yazid berang. Dia mendesak ada investigasi khusus atas menipisnya stok oksigen di RS rujukan Covid-19 tersebut.
Apalagi 33 pasien meninggal akibat tidak mendapatkan stok oksigen. Data tersebut merupakan catatan dari Sabtu (3/7) pukul 20.00 hingga Minggu pagi (4/7) 07.00.
“63 ya tidak semua kekurangan oksigen. Yang jelas Sardjito krisis oksigen dari pagi sampai sampai malam, sehingga di ICU terjadi lonjakan luar biasa,” jelasMuhammad Yazid seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Jogja, Minggu (4/7).
Yazid telah melakukan klarifikasi dan faktanya ada kekurangan oksigen di RSUP Sardjito. Dia menilai ada sistem yang salah dalam tata kelola ketersediaan oksigen.
Menurutnya, tanggung jawab atas kelangkaan stok oksigen itu tidak bisa dibebankan semata kepada RSUP dr. Sardjito, tapi juga kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Terutama terkait ketersediaan oksigen cair dalam kondisi darurat Covid-19.
Yazid meminta pemerintah pusat membenahi regulasi, agar tak ada monopoli perusahaan produsen oksigen cair.
Dia berpendapat satu perusahaan mendominasi distribusi nasional sangatlah tidak relevan. “Pemda dua hari lalu sudah dibentuk satgas oksigen, perannya dikuatkan. Lalu pemda harus membuat alat untuk produksi oksigen. RS Wonosari saja bisa, sekelas Sardjito harusnya mampu. Dari segi anggaran insyaallah ada, kita anggarkan BTT. Secara aturan memungkinkan sekali karena ini keadaan darurat,” tegasnya.
Yazid telah memperingatkan jajaran Pemprov DIJ bahwa varian delta telah masuk Jogjakarta. Potensi ledakan kasus Covid-19 bisa terjadi.
Sayangnya, masukan dari DPRD DIJ ditanggapi dingin Pemprov DI Jogjakarta. Hingga akhirnya ledakan kasus mulai terjadi sejak pertengahan Juni. Penambahan pasien Covid-19 yang masif membuat ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit menipis.
Di sisi lain, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP dr. Sardjito Banu Hermawan memastikan tidak semua pasien Covid-19 meninggal dunia akibat kekurangan oksigen. Dia mengklaim oksigen habis setelah sabtu malam, pukul 20.00.
Dia merinci, dalam rentang pukul 07.00 hingga 20.00, Sabtu (3/7), sebanyak 30 pasien Covid-19 meninggal dunia. Dia menegaskan pasien itu meninggal dalam rentang waktu ini adalah kondisi klinis. Baik kesehatan yang terus menurun maupun adanya komorbid alias riwayat penyakit penyerta.
“Stok oksigen betul-betul off dari stok oksigen sentral itu jam 8 malam. Dari waktu ini sampai jam 07.00 pagi tadi ada 33 pasien yang meninggal saat kondisi oksigen habis. Selain itu kondisi kesehatan pasien saat datang juga sudah memburuk,” katanya.
Sejatinya RSUP dr. Sardjito sempat mendapat kiriman 100 tabung oksigen dari Polda DI Jogjakarta. Kondisi rawan sempat terantisipasi hingga stok oksigen cair tiba. Tepatnya pada pukul 03.40 dan 04.45.
“Kami sudah siapkan oksigen tabung tapi hanya bisa bertahan 4 hingga 6 jam. Lalu datang 100 tabung oksigen dari Polda. Bisa mendukung hingga jam 04.00 WIB sampai akhirnya oksigen sentral terisi kembali,” ujarnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
