
Menteri LHK Siti Nurbaya gelar Rapat Penanganan Karhutla bersama pihak-pihak terkait di Kabupaten OKI.
JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menggelar Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Rapat dilaksanakan di Kantor Daops Manggala Agni, Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI.
Menteri LHK Siti Nurbaya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumsel, forkopimda, bupati/wali kota serta stakeholder lain yang sudah bekerja keras menangani karhutla. Siti mendapatkan penjelasan teknis terkait dengan upaya yang telah dilakukan pemda termasuk kondisi terkini lokasi titik karhutla.
”Kita juga menganalisis di wilayah Sumsel secara keseluruhan. Pada 2023, jumlah titik panas menjadi titik api 80 persen atau sekitar 10.090 titik dibanding 2019, jumlahnya 29.000 titik. Pada 2015, jumlahnya 71.000 titik api,” kata Siti Nurbaya.
Terkait perusahaan yang melanggar aturan, Siti Nurbaya mengatakan, sudah ada langkah-langkah Ditjen Gakkum. ”Di laporan pemda juga mengambil langkah-langkah sanksi hukum. Kita bisa paralel tidak ada masalah,” ungkap Siti Nurbaya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan, dalam upaya penanganan karhutla, Pemprov bersama Forkopimda Sumsel termasuk bupati/wali kota serta stakeholder yang lain terus bersinergi melakukan penanganan karhutla.
Fatoni menyebutkan, berbagai langkah yang dilakukan salah satunya dengan pergeseran anggaran untuk penanganan karhutla di tingkat kabupaten/kota. Pemda bisa melakukan pergeseran anggaran dalam kondisi darurat. Tidak ada alasan pemda tidak ada anggaran terutama dalam penanganan karhutla.
”Oleh karena itu mengarahkan agar memanfaatkan dana anggaran belanja tak terduga (BTT) yang memang diperuntukkan saat keadaan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi,” ucap Agus Fatoni.
Turut hadir pada rapat itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Ditjen PPI Toman Lapannuri, Setditjen PPKL KLHK Tulus, Direktur PPA Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Netti, Direktur KL Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Ferdy.
Kemudian Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Sumatera Ferdian Kristanto, Tenaga Ahli Menteri Raffles, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel Edward Chandra.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
