
MIGRASI: Ribuan burung migran di Jalan Mataram, Kota Jogjakarta, Senin (26/11) malam.
JawaPos.com - Beberapa waktu belakangan ini masyarakat di Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) disuguhi dengan fenomena berupa ribuan burung migran yang singgah. Burung-burung itu banyak terlihat saat malam hari di seputaran Jalan Mataram, Kota Jogjakarta.
Menanggapi fenomena alam itu, Dosen Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Donan Satria Yudha mengatakan, peristiwa itu merupakan hal yang biasa. Mereka dari daerah bumi bagian Utara, seperti Tiongkok mencari tempat yang lebih hangat.
"Itu kejadian setiap musim, dan kebetulan sekarang sedang singgah di Jogja. Yang jelas dari negara bagian utara, ada yang ke Indonesia, Singapura, maupun Filipina," katanya, kepada JawaPos.com, Senin (26/11).
Burung-burung itu jenisnya layang-layang Asia atau dengan nama latin Hirundo Rustica. Mereka datang dan tinggal berkelompok. Mencari tempat yang belum ada burung yang menghuninya. "Mereka nyari yang belum ada penghuninya, lokasi luas memanjang bisa ditempati satu rombongan. Di Jalan Mataram itu kabel panjang," ucapnya.
Imam Taufiqurrahman, pengamat burung di Yayasan Kutilang Indonesia, menambahkan fenomena ini puncaknya terjadi pada Oktober dan November. Mereka kemudian akan kembali ke daerah bumi bagian Utara pada Maret, April mendatang.
Jogjakarta merupakan salah 1 daerah tempat singgahnya. Selain itu juga ada di wilayah lainnya, yakni di Banding, Medan, dan Banda Aceh. "Dalam waktu yang sama, secara serentak kedatangan tamu ini," katanya.
Memang, di tempatnya singgah itu terdapat banyak kotorannya. Ia mengimbau agar masyarakat di sekitarnya tak mengusiknya. "Karena ketika mereka diusik, akan pergi dan reaksinya mengeluarkan kotoran," katanya.
Meski demikian, kedatangan ribuan burung itu juga ada dampak positifnya. Mereka memakan serangga persawahan yang merugikan petani. "Mereka bisa menyeimbangkan populasi. Setiap jam 4 pagi mereka mulai menyebar mencari serangga. Pada malamnya kemudian berkelompok lagi," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
