Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 November 2018 | 02.15 WIB

Banjir Surut, Bocah Mancing Ikan di Rumah yang Terendam Banjir

Bocah berusia 13 tahun bernama Derik tampak memancing ikan di sebuah rumah kosong di Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, yang terendam banjir, Senin (26/11) sore. - Image

Bocah berusia 13 tahun bernama Derik tampak memancing ikan di sebuah rumah kosong di Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, yang terendam banjir, Senin (26/11) sore.

JawaPos.com - Seorang bocah berusia 13 tahun bernama Derik, memanfaatkan momen surutnya banjir untuk memancing ikan, Senin (26/11). Bocah tersebut memancing di sebuah rumah kosong yang terletak di Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.


Rumah tersebut berada tepat di depan rumah bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP iru. Derik memulai aksi memancingnya dengan mengerahkan tiga buah alat pancingnya. Sebelum dilemparkan ke dalam air yang merendam rumah tersebut, Derik memasang umpan dengan cacing.


Tak butuh waktu lama bagi Derik untuk mendapatkan ikan. Hanya sekitar 30 menit saja, ikan langsung menangkap umpan yang dilemparkan Derik. Tampak wajah yang riang gembira saat Derik mengetahui umpan yang dilemparkannya di makan oleh ikan. "Sudah enam yang didapat. Ini mau dikasih mamak buat dimasak," kata Derik.


Ada 5 ekor ikan gabus dan seekor belut berukuran besar yang didapat Derik. Itu semua diletakkan Derik di dalam ember warna hitam yang sudah diisi dengan air. Sesekali, Derik memeriksa ember berisi pancingannya.


Miniarti, 42, yang merupakan Tante Derik mengaku, rumah mereka ikut terendam banjir selama sebulan belakangan. Itu akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai Siak. "Sekarang sudah mulai surut. Kemarin airnya sampai setinggi pinggang orang dewasa," katanya.


Meski sudah mulai surut, namun masih banyak rumah yang terendam banjir. Bahkan, beberapa orang tua terpaksa menyeberangkan anak mereka dengan menggunakan ban karet. "Yang rumah disana masih terendam banjir. Jadi orang disini pakai perahu karet atau ban karet kalau mau antar anaknya ke rumah setelah pulang sekolah," sebutnya.


Sementara itu, Junaedi selaku Ketua RW 11 mengaku bahwa, air yang merendam perumahan warganya sudah mulai surut. Meski begitu, warga tetap harus was-was karena kapan pun banjir bisa kembali merendam perumahan itu.


"Sudah mulai surut tapi biasanya kalau sore atau malam air pasang bisa banjir lagi ini. Ini bukan banjir sekali dua kali, tapi setiap tahun begini," ujarnya.


Ia pun berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan banjir menahun ini. "Katanya 2019 mau buat bendungan air. Semoga saja benar kan supaya gak terendam banjir lagi perumahan kami ini," pungkasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore