
Bocah berusia 13 tahun bernama Derik tampak memancing ikan di sebuah rumah kosong di Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, yang terendam banjir, Senin (26/11) sore.
JawaPos.com - Seorang bocah berusia 13 tahun bernama Derik, memanfaatkan momen surutnya banjir untuk memancing ikan, Senin (26/11). Bocah tersebut memancing di sebuah rumah kosong yang terletak di Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.
Rumah tersebut berada tepat di depan rumah bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP iru. Derik memulai aksi memancingnya dengan mengerahkan tiga buah alat pancingnya. Sebelum dilemparkan ke dalam air yang merendam rumah tersebut, Derik memasang umpan dengan cacing.
Tak butuh waktu lama bagi Derik untuk mendapatkan ikan. Hanya sekitar 30 menit saja, ikan langsung menangkap umpan yang dilemparkan Derik. Tampak wajah yang riang gembira saat Derik mengetahui umpan yang dilemparkannya di makan oleh ikan. "Sudah enam yang didapat. Ini mau dikasih mamak buat dimasak," kata Derik.
Ada 5 ekor ikan gabus dan seekor belut berukuran besar yang didapat Derik. Itu semua diletakkan Derik di dalam ember warna hitam yang sudah diisi dengan air. Sesekali, Derik memeriksa ember berisi pancingannya.
Miniarti, 42, yang merupakan Tante Derik mengaku, rumah mereka ikut terendam banjir selama sebulan belakangan. Itu akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai Siak. "Sekarang sudah mulai surut. Kemarin airnya sampai setinggi pinggang orang dewasa," katanya.
Meski sudah mulai surut, namun masih banyak rumah yang terendam banjir. Bahkan, beberapa orang tua terpaksa menyeberangkan anak mereka dengan menggunakan ban karet. "Yang rumah disana masih terendam banjir. Jadi orang disini pakai perahu karet atau ban karet kalau mau antar anaknya ke rumah setelah pulang sekolah," sebutnya.
Sementara itu, Junaedi selaku Ketua RW 11 mengaku bahwa, air yang merendam perumahan warganya sudah mulai surut. Meski begitu, warga tetap harus was-was karena kapan pun banjir bisa kembali merendam perumahan itu.
"Sudah mulai surut tapi biasanya kalau sore atau malam air pasang bisa banjir lagi ini. Ini bukan banjir sekali dua kali, tapi setiap tahun begini," ujarnya.
Ia pun berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan banjir menahun ini. "Katanya 2019 mau buat bendungan air. Semoga saja benar kan supaya gak terendam banjir lagi perumahan kami ini," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
