Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 November 2018 | 21.35 WIB

Jusuf Kalla: Kader Muhammadiyah Tak Harus Ikut Pilihan Dahnil Anzar

Wapres Jusuf Kalla saat Muktamar Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/11). - Image

Wapres Jusuf Kalla saat Muktamar Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/11).

JawaPos.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sempat menyinggung tahun politik saat memberikan sambutannya di Muktamar Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/11). Ia menyebut, meski Dahnil Anzhar Simanjuntak Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah di pihak nomor 02 (Capres-cawapres), tapi tak berarti kader pemuda Muhammadiyah ikut kebijakan politiknya.


"Ini tahun politik, demokrasi cara kita memilih pemimpin yang baik. Saya menghargai Muhammadiyah pilih yang terbaik, bukan memilih yang paling keras atau hebat kampanyenya. Walaupun Dahnil di pihak nomor 2 tapi tidak berarti pemuda muhammadiyah harus untuk ikut kebijakan politik dia," kata Jusuf Kalla.


Tentu, lanjutnya, yang lebih tinggi Ketua Umum PP Muhammadiyah memberikan kesempatan untuk memilih yang baik. Menurutnya, ini merupakan demokrasi yang baik. "Demokrasi bukan angka saja tapi memajukan bangsa ini. Bukan hitung-hitungan saja, tapi memajukan bangsa ini. Itu yang menjadi hak politik masyarakat," ucapnya.


Menanggapi hal itu, Dahnil Anzar mengatakan, Wapres Jusuf Kalla merupakan orang yang bijak. Ia juga sudah sering berdiskusi dengannya. "Kami selalu mengatakan kita bisa berbeda tapi bisa menggembirakan perbedaan itu," katanya.


Dirinya sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, tentu harus memastikan secara institusional seperti vaksinnya Muhammadiyah. "Muhammadiyah tentu netral, tapi secara pribadi saya tentu berbeda, tapi di Muhammadiyah itu biasa saja," ucapnya.


Terpisah, Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan, dalam politik tidak ada yang baru di Muhammadiyah. Sejak zaman KH Ahmad Dahlan hingga sampai kapanpun. "Muhammadiyah berdiri di atas kepribadian dan sifatnya, itulah prinsip Muhammadiyah. Tetap mengambil jarak dari pergumulan politik," kata Haedar.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore