Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 November 2023 | 23.18 WIB

Sambaran Petir Meningkat, BMKG Imbau Warga Jateng Berlindung di Tempat Aman dan Tertutup

Peta kejadian sambaran petir di wilayah Jawa Tengah pada Oktober. - Image

Peta kejadian sambaran petir di wilayah Jawa Tengah pada Oktober.

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika (Stageof) Banjarnegara mengimbau warga Jawa Tengah mewaspadai peningkatan sambaran petir saat pancaroba hingga musim hujan.

”Saat pancaroba, peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan ditandai dengan aktivitas-aktivitas petir,” kata Kepala Stageof Banjarnegara Hery Susanto Wibowo seperti dilansir dari Antara, Senin (6/11).

Dia mengatakan, berdasar pengamatan Stageof Banjarnegara, peningkatan sambaran petir di Jawa Tengah mulai terjadi pada pekan pertama Oktober. Khususnya di wilayah pegunungan tengah Jateng karena aktivitasnya masuk kategori sedang hingga sangat tinggi.

Hingga akhir Oktober, kata dia, wilayah yang sambaran petirnya masuk kategori sangat tinggi bertambah luas. Tidak hanya terjadi di pegunungan tengah, juga sebagian Jateng selatan dan sebagian pantura barat Jateng.

Dia memprakirakan, puncak sambaran petir saat pancaroba di Jawa Tengah terjadi sekitar November hingga Desember.

”Untuk periode November dan Desember, frekuensi kejadian petir di Jawa Tengah meningkat. Hal ini karena adanya peralihan musim,” ujar Hery Susanto Wibowo.

Pada fase peralihan musim, lanjut dia, cukup banyak terbentuk awan Cumolonimbus (Cb) yang juga disertai petir dan angin kencang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya angin puting beliung pada fase peralihan musim.

”Yang perlu menjadi perhatian dari masyarakat adalah pada masa peralihan karena merupakan puncak dari sambaran petir,” terang Hery.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk senantiasa memantau prakiraan cuaca harian yang dikeluarkan BMKG jika hendak bepergian atau melakukan aktivitas di luar ruangan agar terhindar dari sambaran petir.

Ketika mendengar suara guntur saat berada di tempat terbuka, segera cari tempat berlindung yang aman dan tertutup serta tidak berdiri di dekat tiang listrik atau pohon serta jangan berada di dekat kolam renang.

”Selain itu, jangan mengendarai motor maupun sepeda saat terjadi hujan disertai petir, serta jangan berkerumun ketika berteduh di luar ruang,” ungkap Hery Susanto Wibowo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore