
Penutupan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa melalui P3PD 2023 Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (28/10).
JawaPos.com–Pelayanan publik di desa diharapkan dapat lebih optimal setelah Pelatihan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bina Pemdes Kemendagri Paudah saat menutup Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa melalui Program Penguatan Pemerintahan Desa dan Pembangunan Desa (P3PD) 2023 Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (28/10) malam.
”Setelah pelatihan ini diharapkan pemerintah desa mampu meningkatkan pelayanan publik lebih optimal kepada masyarakat di desa,” ujar Paudah.
Paudah menjelaskan, untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih optimal, aparatur desa diberi berbagai materi selama pelatihan P3PD. Beberapa materi yang diberikan meliputi, materi tentang perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan desa, kerja sama desa, materi produk penyusunan peraturan desa, hingga materi mengenai kewirausahaan dan kepemimpinan.
”Materi kewirausahaan diberikan secara khusus supaya pemerintah desa mampu meningkatkan pengetahuan mengenai kewirausahaan. Harapannya, semakin banyak usaha di desa, salah satunya meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” terang Paudah.
Sementara itu, materi kepemimpinan, lanjut dia, diberikan supaya para kepala desa sebagai panutan mampu menyelesaikan masalah secara baik di desa.
”Kami sengaja menghadirkan kepala desa, BPD, perangkat desa dalam satu forum. Hal ini diharapkan agar terbuka pemahaman yang sama bagaimana cara mengelola, merencanakan pembangunan di desa secara baik untuk dibelanjakan sebaik-baiknya sesuai potensi yang ada,” tutur Paudah.
Paudah berharap pasca pelatihan, aparatur desa mampu meningkatkan koordinasi dan soliditas yang baik untuk melayani masyarakat. Pelatihan itu juga diharapkan mampu meningkatkan sinergitas Pemdes dan BPD dalam percepatan pembangunan desa dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat desa.
”Aparatur desa diharapkan mampu berinovasi memajukan desa dengan berbagai program yang dapat mengoptimalkan potensi, tantangan dan peluang di desa dengan mendorong partisipasi masyarakat,” ungkap Paudah.
Pelatihan di NTB sebanyak 6 angkatan sejak 20 September - 28 Oktober, diikuti 896 desa dengan jumlah peserta mencapai 3.510 dari 3.574 atau 97 persen.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
