
Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi saat rilis tersangka kasus ujaran kebencian di Mapolda Kalsel, Jumat (27/10).
JawaPos.com–Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menangkap seorang pelaku ujaran kebencian terhadap etnis Tionghoa. Pelaku telah menyebarkan selebaran berisi nada rasis pada 19 titik di seputaran kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
”Tersangka bernama Watno asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditangkap pada 29 September di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin, Jumat (27/10).
Dalam pengakuannya, lanjut Kapolda, pelaku menyebarkan selebaran dan poster ujaran kebencian atas inisiatif pribadi setelah mendapatkan bisikan gaib. Dalam poster tersebut, pelaku menganggap etnis Tionghoa dan keturunannya tidak berhak mencengkeram perekonomian bangsa Indonesia.
”Jadi, pelaku melakukan meditasi dan ziarah ke kubur leluhur, kemudian mendapat bisikan gaib berbunyi selamat jalan perjuangan untuk Nusantara,” ungkap Kapolda Andi Rian R Djajadi, didampingi Direktur Reskrimum Kombespol Erick Frendriz, Direktur Intelkam Sentot Adi Dharmawan, dan Kapolresta Banjarmasin Kombespol Sabana Atmojo.
Tak hanya di Banjarmasin, selebaran telah disebar pelaku di 227 titik di 14 kota. Di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Sampit, hingga Pontianak.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpindah dari satu kota ke kota lain. Pelaku mengaku hanya menumpang truk barang dan tidur di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Tersangka yang kini ditahan dan dijerat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel dengan pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta pasal 156 KUHP tentang pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan, terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
