Tottenham Hotspur. (Istimewa)
JawaPos.com - UEFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Tottenham Hotspur setelah insiden salam Nazi yang dilakukan tiga suporternya saat laga tandang ke markas Eintracht Frankfurt.
Pertandingan Liga Champions yang digelar di Deutsche Bank Park pada 28 Januari itu sendiri berakhir manis untuk Spurs dengan kemenangan 2-0.
Namun, hasil positif di atas lapangan ternoda oleh perilaku tak terpuji di tribun. UEFA menyatakan hukuman diberikan akibat “perilaku rasis dan/atau diskriminatif dari para pendukung”.
Badan sepak bola Eropa itu menjatuhkan denda sebesar 30.000 euro atau sekitar Rp500 jutaan kepada klub asal London Utara tersebut.
Tak hanya denda finansial, Tottenham juga menerima sanksi larangan menjual tiket tandang yang bersifat ditangguhkan selama satu tahun. Artinya, hukuman itu tidak langsung berlaku, tetapi bisa diaktifkan jika dalam masa percobaan terjadi pelanggaran serupa.
Selain itu, Spurs dikenai denda tambahan 2.250 euro setelah adanya laporan pelemparan benda ke lapangan oleh suporter pada pertandingan yang sama.
Manajemen Tottenham bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Dalam pernyataan resminya, klub memastikan ketiga individu yang melakukan salam Nazi telah diidentifikasi. Mereka dijatuhi larangan masuk stadion tanpa batas waktu sesuai kebijakan internal klub.
Tottenham juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai maupun identitas klub.
Mereka menyebut perilaku itu sebagai sesuatu yang “memuakkan” dan menegaskan komitmen untuk melawan segala bentuk diskriminasi.
Kasus ini kembali menegaskan sikap tegas UEFA terhadap isu rasisme di sepak bola Eropa. Dalam beberapa musim terakhir, badan tersebut rutin menjatuhkan sanksi keras, mulai dari denda besar, penutupan sebagian tribun, hingga larangan kehadiran suporter tandang.
Insiden di Frankfurt menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap perilaku suporter masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak klub besar.
Apalagi Liga Champions merupakan panggung tertinggi sepak bola Eropa yang disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia.
Bagi Tottenham, fokus kini tak hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga menjaga reputasi klub di kancah internasional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
