
DALAM PENYELIDIKAN: Tim Labfor Polda Jateng di jembatan kaca di Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, kemarin (26/10).
JawaPos.com - Sunarto seketika berteriak minta tolong begitu melihat momen mengerikan itu: empat perempuan terjatuh dari jembatan kaca akibat kaca yang mereka pijak jebol. "Yang dua orang memang jatuh, yang dua kesangkut, dan saya ngorong-ngorong (teriak-teriak) minta tolong," ujar Sunarto kepada Radar Banyumas.
Empat perempuan itu bagian dari rombongan wisatawan asal Cilacap, Jawa Tengah, yang berkunjung ke objek wisata The Geong kawasan Hutan Pinus Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Rabu (25/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Semua anggota rombongan perempuan.
Mereka, kata Sunarto yang bertugas menjaga toilet di kawasan wisata dengan jujukan andalan jembatan kaca tersebut, terbagi dalam dua kelompok. Masing-masing berisi 7 dan 4 orang.
"Mereka (keempat wisatawan) tengah asyik berfoto sebelum kemudian jatuh,” kata Sunarto yang menjadi saksi mata.
Buntutnya, satu orang meninggal, yakni F, 49. Dan, satu lainnya, A, 41, dalam kondisi kritis di RSUD Margono Soekarjo, Kabupaten Banyumas.
Satreskrim Polresta Banyumas bersama tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Tengah pun melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) kemarin (26/10). Kasatreskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi menjelaskan, pihaknya telah memeriksa 12 saksi.
Agus menambahkan, objek wisata tersebut telah beroperasi 11 bulan. "Selain itu, tidak ada uji kelaikan dari pihak terkait dan tidak ada sistem pengamanan memadai untuk mencegah apabila ada kecelakaan," katanya.
Karena tidak adanya sistem pengamanan memadai dari pihak pengelola tersebut, lanjut dia, ada dugaan unsur kelalaian. Tapi, saat ini hal tersebut masih menunggu penyelidikan lebih lanjut.
"Ukuran kaca setebal 1,2 cm dengan lebar 118 cm dan panjang 243 cm. Kaca tersebut seharusnya dipasang dalam ukuran berapa akan diteliti," paparnya.
Selain olah TKP di lokasi, jembatan kaca tersebut ditegaskan akan dicek atau diuji kelayakannya. Dinporabudpar Banyumas juga segera mengevaluasi tempat wisata lain yang dianggap berisiko.
Soal mana saja tempat wisata yang dimaksud, dia menyatakan saat ini masih dalam pemetaan. "Misalnya, lokasi di tepi sungai, bertebing tinggi, wisata tirta, wisata minat khusus, dan fasilitas berlantai kaca," kata Agus.
Sementara itu, tragedi pecahnya jembatan kaca di Kabupaten Banyumas langsung direspons Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto melalui Asisten II Hasyim Ashari. Dia memastikan, untuk jembatan kaca di kawasan wisata Seruni Point, Kecamatan Sukapura, kondisinya aman.
Menurut Hasyim, kualitas konstruksi jembatan kaca di Seruni Point itu bagus. Bahan yang digunakan juga berbeda dengan jembatan kaca di Banyumas.
"Berbeda ya konstruksinya. Bahan yang digunakan juga tidak sama. Pelaksananya pun berbeda,” kata Hasyim kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Hasyim pun meyakinkan, jembatan kaca yang saat ini belum dibuka itu aman dilewati para wisatawan. Dengan begitu, wisatawan yang ingin berkunjung suatu saat tidak perlu khawatir. (mhd/win/mu/hn/raf/c7/ttg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
