
Ilustrasi tahanan.
JawaPos.com–Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) I Nyoman Gede Surya Mataram menyampaikan kondisi lapas dan rutan mengalami kelebihan kapasitas tahanan sekitar 60 persen.
Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun lembaga pemasyarakatan (lapas) di Ranai, Kabupaten Natuna, guna menangani permasalahan kelebihan tahanan yang ada saat ini.
”Belum bisa dipastikan kapan Lapas Ranai itu dibangun, tapi sudah diusulkan ke pusat dan sekarang masih berproses,” kata Surya Mataram seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang, Selasa (24/10).
Surya menyebut, Lapas Ranai akan dibangun untuk menampung sekitar 500 orang tahanan. Ke depan Lapas dan Rutan di Kepri yang sudah melebihi kapasitas tahanan dapat memindahkan tahanannya ke Lapas Ranai.
”Kelebihan kapasitas tahanan membuat program pembinaan di dalam lapas/rutan tak efektif, karena fasilitas dan jumlah petugas yang sangat terbatas,” ujar I Nyoman Gede Surya Mataram.
Selain itu, dia turut mengimbau masyarakat khususnya di Kepri supaya dapat meningkatkan kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, tidak mudah terjerat tindakan melanggar hukum atau aturan yang berlaku di Indonesia hingga berujung masuk penjara.
Kanwil Kemenkumham Kepri bersama semua pemangku kepentingan terkait juga gencar melakukan penyuluhan rutin mulai dari tingkat desa maupun kelurahan, dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya kesadaran hukum dalam hidup bermasyarakat.
”Jangan sampai warga Kepri yang masuk ke lapas atau rutan bertambah lagi, karena sekarang saja sudah melebihi kapasitas tahanan,” terang I Nyoman Gede Surya Mataram.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut kondisi lapas dan rutan yang saat ini terus mengalami kelebihan kapasitas, menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Kelebihan kapasitas tahanan tak boleh menjadi alasan pembenaran atas potensi penyimpangan yang terjadi di lapas atau rutan, seperti pengendalian narkoba, pungli, hingga penggunaan ponsel, di area lapas dan rutan.
”Maka langkah dan upaya harus terus dilakukan dalam membenahi dan menyelesaikan permasalahan ini dengan program-program yang strategis,” ujar Ansar.
Di samping itu, sambung Ansar, kelebihan kapasitas tahanan tersebut juga patut dipandang ke arah yang lebih positif. Kondisi itu dapat dijadikan sebagai modal utama dalam membentuk SDM yang unggul.
”Diharapkan jajaran lapas dan rutan dapat menjadi institusi yang mampu menyiapkan warga binaan yang tangguh, berketerampilan, berproduktivitas tinggi, serta berdaya saing,” ucap Ansar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
