Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Oktober 2023 | 16.14 WIB

Kronologi Kerusuhan Muntilan, Bentrokan Antara Dua Partai yang Menyebabkan Belasan Motor Dibakar

Bupati Magelang, Zaenal Arifin ketika turun ke lokasi bentrokan di Muntilan, Minggu (15/10)./Rofik Syarif/Radar Magelang - Image

Bupati Magelang, Zaenal Arifin ketika turun ke lokasi bentrokan di Muntilan, Minggu (15/10)./Rofik Syarif/Radar Magelang

JawaPos.com – Terjadi bentrokan yang melibatkan dua nama partai, PDIP dan GPK, di Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (15/10)

Muntilan yang biasanya tenang, pada Minggu sore hingga malam mendadak gempar, lantaran kelompok massa dari Laskar PDIP dan GPK bentrok.

Bentrokan itu terjadi di wilayah Desa Pabelan, Muntilan, Kabupaten Magelang, sehingga membuat lalu lintas Jalan Magelang-Yogyakarta menjadi macet total.

Dikutip dari radarmagelang.com, Kapolersta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, kronologi kericuhan Muntilan ini berawal usai adanya kegiatan salah satu kelompok.

Ketika kegiatan selesai dan kepulangan, salah satu kelompok tersebut sampai di TKP Desa Pabelan, dan bersinggungan dengan kelompok lain, lalu terjadilah gesekan.

Kelompok yang mengadakan kegiatan itu adalah Laskar PDIP. Saat itu, Laskar PDIP baru pulang dari kegiatan lomba Laskar Banteng Metu Kandang 3 di lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Magelang.

Rombongan Laskar PDIP tersebut melewati Palabang saat menuju Kecamatan Muntilan. Ketika tiba di Jalan Magelang-Jogja dan masuk ke Dusun Kalangan, Desa Pabelan, terjadilah gesekan dengan warga dari kelompok GPK.

GPK sendiri adalah singkatan Gerakan Pemudah Ka’bah, suatu organisasi sayap pemuda tertua dari Partai Persatuan Pembangunan, yang sebagaimana PDIP sama-sama mendukung Ganjar di Pilpres 2024

Saat itu, salah satu kelompok Laskar PDIP terprovokasi, lalu mendatangi kelompok GPK. Saat itu ada yang melempar batu, kemudian suasana perlahan memanas. Maka terjadilah bentrok.

Bentrokan semakin anarkis karena menyasar sepeda motor warga dan sejumlah rumah penduduk setempat.

Dalam video yang beredar, tampak massa mengamuk, memukul kaca mobil, membakar belasan sepeda motor, serta dua rumah warga dan Panti Asuhan menjadi sasaran amuk massa.

Akibat kerusuhan itu, satu orang terluka, sebelas unit sepeda motor rusak dibakar, dua rumah warga, dan satu panti asuhan ikut rusak.

Hingga malam Senin, bentrokan itu sudah bisa diredam. Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, “sampai malam ini (malam Senin), sudah bisa dikondisikan. Dan kita akan bantu proses mediasi”.

Hingga saat ini Polresta Magelang masih melakukan pendataan terkait kerugian yang ditimbulkan akibat bentrok massa.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, pun merasa prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di wilayahnya, lantaran baru kali ini bentrokan antara warga terjadi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore