
Bupati Magelang, Zaenal Arifin ketika turun ke lokasi bentrokan di Muntilan, Minggu (15/10)./Rofik Syarif/Radar Magelang
JawaPos.com – Terjadi bentrokan yang melibatkan dua nama partai, PDIP dan GPK, di Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (15/10)
Muntilan yang biasanya tenang, pada Minggu sore hingga malam mendadak gempar, lantaran kelompok massa dari Laskar PDIP dan GPK bentrok.
Bentrokan itu terjadi di wilayah Desa Pabelan, Muntilan, Kabupaten Magelang, sehingga membuat lalu lintas Jalan Magelang-Yogyakarta menjadi macet total.
Dikutip dari radarmagelang.com, Kapolersta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, kronologi kericuhan Muntilan ini berawal usai adanya kegiatan salah satu kelompok.
Ketika kegiatan selesai dan kepulangan, salah satu kelompok tersebut sampai di TKP Desa Pabelan, dan bersinggungan dengan kelompok lain, lalu terjadilah gesekan.
Kelompok yang mengadakan kegiatan itu adalah Laskar PDIP. Saat itu, Laskar PDIP baru pulang dari kegiatan lomba Laskar Banteng Metu Kandang 3 di lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Magelang.
Rombongan Laskar PDIP tersebut melewati Palabang saat menuju Kecamatan Muntilan. Ketika tiba di Jalan Magelang-Jogja dan masuk ke Dusun Kalangan, Desa Pabelan, terjadilah gesekan dengan warga dari kelompok GPK.
GPK sendiri adalah singkatan Gerakan Pemudah Ka’bah, suatu organisasi sayap pemuda tertua dari Partai Persatuan Pembangunan, yang sebagaimana PDIP sama-sama mendukung Ganjar di Pilpres 2024
Saat itu, salah satu kelompok Laskar PDIP terprovokasi, lalu mendatangi kelompok GPK. Saat itu ada yang melempar batu, kemudian suasana perlahan memanas. Maka terjadilah bentrok.
Bentrokan semakin anarkis karena menyasar sepeda motor warga dan sejumlah rumah penduduk setempat.
Dalam video yang beredar, tampak massa mengamuk, memukul kaca mobil, membakar belasan sepeda motor, serta dua rumah warga dan Panti Asuhan menjadi sasaran amuk massa.
Akibat kerusuhan itu, satu orang terluka, sebelas unit sepeda motor rusak dibakar, dua rumah warga, dan satu panti asuhan ikut rusak.
Hingga malam Senin, bentrokan itu sudah bisa diredam. Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, “sampai malam ini (malam Senin), sudah bisa dikondisikan. Dan kita akan bantu proses mediasi”.
Hingga saat ini Polresta Magelang masih melakukan pendataan terkait kerugian yang ditimbulkan akibat bentrok massa.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, pun merasa prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di wilayahnya, lantaran baru kali ini bentrokan antara warga terjadi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
