Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Januari 2021 | 18.33 WIB

Jalur Masuk ke Kota Mamuju Kembali Normal setelah Tertutup Longsor

Alat berat petugas telah bekerja membersihkan longsor sehingga jalan trans Sulawesi di Desa Onang, Kabupaten Majene dapat dilalui. M. Faisal Hanapi/Antara - Image

Alat berat petugas telah bekerja membersihkan longsor sehingga jalan trans Sulawesi di Desa Onang, Kabupaten Majene dapat dilalui. M. Faisal Hanapi/Antara

JawaPos.com–Jalur masuk ke Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yang terputus akibat longsor di Desa Onang, Kecamatan Tubo, Kabupaten Majene, sudah bisa dilalui.

”Jalur trans Sulawesi di Desa Onang, Kabupaten Majene, yang sebelumnya tertutup longsor sudah terbuka dan sudah dapat dilalui kendaraan,” kata Madi relawan gempa dari Kabupaten Poliwali Mandar seperti dilansir dari Antara pada Senin (18/1).

Dia mengatakan, alat berat pemerintah dan aparat TNI-Polri telah bekerja membersihkan longsor sehingga jalan trans Sulawesi itu dapat dilalui.

Henri, warga lainnya mengatakan, masyarakat pengguna jalan harus berhati-hati melalui jalan trans Sulawesi di wilayah Kabupaten Majene. Sebab, sudah beberapa kali longsor menutup jalan setelah gempa terjadi.

”Alat berat pemerintah juga sudah tersedia di lokasi jika sewaktu waktu kembali terjadi longsor, jadi relawan gempa jangan ragu masuk ke Kota Mamuju,” kata Henri.

Longsor juga sebelumnya terjadi di wilayah Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Namun, telah berhasil dibersihkan alat berat pemerintah sehingga jalur masuk Mamuju sudah dapat dilalui.

Sementara itu, sebanyak enam desa di titik gempa di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, masih terisolir. Sebab, akses jalan menuju desa itu tertimbun longsor.

”Enam desa tersebut merupakan lokasi yang paling dekat dengan titik gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju,” kata Kepala Desa Kabiraan Fajaruddin di Majene.

Dia menjelaskan, enam desa di Kecamatan Ulumanda berada di pegunungan Majene. Yakni Desa Sambabo, Kabiraan, Tandiallo, Ulumanda, Popenga, dan Panggallo.

Menurut dia, ribuan pengungsi warga enam desa di pusat gempa tersebut kesulitan makanan, air bersih, kebutuhan bayi, tenda, dan kebutuhan pengungsi lainnya.

”Desa-desa tersebut terisolir akibat longsor terjadi di sejumlah titik akses jalan setelah gempa. Masyarakat pengungsi di titik gempa harus dibuka akses jalannya dengan alat berat. Mereka harus diberikan logistik melalui jalur udara,” ujar Fajaruddin.

Korban gempa Mamuju dan Majene terus bertambah menjadi 73 orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Di Kabupaten Majene terdapat delapan orang korban. Korban luka berat menjalani rawat inap sebanyak 189 orang sementara luka ringan dan rawat jalan 637 orang. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 15.000 orang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Mamuju dan Majene.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/N7-u-ExF0kM

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore