Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Oktober 2023 | 18.04 WIB

Dikenal Keluarga Harmonis dan Pekerja Keras, Penyebab Kematian Pasutri Berpelukan di Klaten Masih Misterius

Rumah yang menjadi lokasi penemuan pasutri meninggal dunia di tempat tidur, di Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (11/10). - Image

Rumah yang menjadi lokasi penemuan pasutri meninggal dunia di tempat tidur, di Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (11/10).

JawaPos.com - Kematian pasangan suami-istri (pasutri) berinisial Y, 37, dan I, 39, yang ditemukan dalam posisi berpelukan di rumah mereka di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper pada Rabu (11/10) lalu, masih menjadi misteri. Namun, keluarga tak mempersoalkan hal tersebut.

Raut wajah Agus Abdul Rochim, 67, masih menyimpan duka. Agus masih syok atas kepergian sang anak sekaligus menantunya dengan cara yang tragis di rumahnya. Ya, I dan suaminya Y meninggal misterius. Belum diketahui penyebab pasutri tersebut meninggal. Namun, dia sudah mengikhlaskan kepergian sang anak dan menantu.

“Saya sudah ikhlas. Tidak mempermasalahkan. Itu sudah takdir Yang Maha Kuasa,” ujar Agus kepada Radarsolo.com (Jawa Pos Group), Kamis (12/10).

Agus memang jadi orang pertama yang mengetahui anak dan menantunya meninggal dunia di rumah. Kejadian tersebut sempat membuat dia syok hingga pingsan.

Dia mengungkapkan, kondisi jenazah putri dan menantunya tidak ada keanehan. Begitu juga dengan kondisi rumah. Apalagi tidak ada barang berharga yang hilang maupun kerusakan pada pintu rumah. Dari hasil pemeriksaaan petugas medis, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh pasutri itu.

“Tidak ada tanda apa-apa. Mulutnya juga tidak ada busa. Kondisinya wajar-wajar saja,” ujar Agus.

Diakui Agus, sang anak yakni I sempat mengeluhkan sakit kepala karena tensi darahnya tinggi selama satu minggu terakhir. Memang I memiliki riwayat hipertensi. Sedangkan menantunya yakni Y memiliki riwayat asma.

Agus mengungkapkan, Y dan I menikah sekira tiga tahun lalu. Rumah yang ditempati Y dan I merupakan rumah Agus. Rumah tersebut memang lama tidak ditinggali Agus, karena dia menempati rumah lainnya yang jaraknya sekitar 300 meter.

“Y ini memang pekerja keras dalam menjalankan usaha sebagai pengepul rosok logam. Termasuk menyuplai bahan baku untuk industri pengecoran logam di Tegalrejo dan sekitarnya,” ucap Agus.

Sementara itu, I membantu suaminya menjalankan usaha gudang di Desa Kurung, Kecamatan Ceper. Meski bertempat tinggal di Desa Tegalrejo, tetapi aktivitas keduanya banyak dihabiskan di Desa Kurung.

Agus sendiri menilai Y dan I cukup harmonis. “Selama ini tidak ada masalah apa-apa. Tidak pernah cerita apa-apa ke saya. Ya anak saya hanya mengeluhkan rasa pusing karena hipertensi itu,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Desa Tegalrejo, Jafar Rodhi menjelaskan, sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Y dan I tetap beraktivitas seperti biasa pada Rabu (11/10). Bahkan, tetangga seberang rumah sempat melihat I menjemur pakaian di samping rumah.

“Pada saat bersamaan, ada warga yang melihat Y sedang menggendong anaknya yang masih balita. Tetapi tidak ada hal yang aneh. Sekira 40 menit setelah itu, pasutri itu ditemukan meninggal,” ucap Jafar.

Dia mengungkapkan, saat kejadian dia sempat mendatangi lokasi hingga menghubungi polisi. Dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan unsur kekerasan pada tubuh pasutri itu. Dia juga menjelaskan, keluarga dari kedua belah pihak sepakat tidak dilakukan otopsi pada jenazah Y dan I.

Meski begitu, pihaknya membenarkan sejumlah sampel makanan dan minuman yang ada di dalam rumah dibawa kepolisian. Termasuk yang tersimpan di lemari es.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore