
JALUR UDARA: Helikopter melakukan water bombing ke Gunung Lawu yang masih berasap kemarin (4/10). Sasarannya petak 42 RPH Campurejo, Desa Karanggupito, Kendal, Ngawi
JawaPos.com – Penggunaan water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu akhirnya mulai membuahkan hasil. Berangsur-angsur, titik api mulai dikendalikan.
Tim gabungan memastikan upaya tersebut masih akan terus berlanjut hingga tuntas. Sebab, lahan terdampak terus meluas. Hingga kemarin sudah mencapai 700 hektare.
Di wilayah Ngawi, helikopter AS350B3EAS PK DBM mengguyurkan sedikitnya 13.600 liter air ke Gunung Lawu di petak 42 RPH Campurejo, Desa Karanggupito, Kendal.
Water bombing berlangsung satu jam setengah mulai pukul 11.00. Helikopter produksi Prancis itu beroperasi sebanyak 17 kali seharian kemarin. Pengisian air dilakukan di kolam renang Sengon Hills, Desa Girimulyo, Jogorogo.
’’Upaya water bombing cukup efektif. Beberapa titik api mulai padam,’’ kata Kepala Satgas Penanganan Karhutla BKPH Lawu Utara Letkol Arm Didik Kurniawan kemarin (4/10).
Satgas penanganan karhutla BKPH Lawu Utara juga menggelar rapat koordinasi lintas daerah dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim. Hasilnya, water bombing akan diarahkan ke Magetan. Yakni, RPH Sarangan, Plaosan, dan RPH Bedagung, Panekan. ’’Sasarannya berubah,’’ ujarnya.
Didik menerangkan, pemadaman api di Lawu Utara selanjutnya dilakukan dengan cara manual. Pihaknya menurunkan 200 personel. Sebab, berdasar pantauan udara, masih ada beberapa titik yang terbakar.
’’Yang sudah dipadamkan tetap dipantau karena bukan tidak mungkin api kembali menyala,’’ ucapnya.
Sementara itu, kebakaran Gunung Lawu di wilayah Magetan juga berangsur bisa dikendalikan. Kendati demikian, water bombing tetap bakal dilakukan.
’’Di petak 42-A, masih ada titik api walaupun tidak besar,’’ kata Kepala Operasi Satgas Karhutla BKPH Lawu Selatan Letkol Inf Dani Indrajaya kemarin (4/10).
Ditengarai, kebakaran di petak 42-A merupakan rembetan dari satu titik api sebelumnya. Yakni, petak 51-A masuk Desa Jabung, Panekan. ’’Tim di lapangan selalu waspada, api yang kecil bisa membesar lagi,’’ ungkap Dani.
Baca Juga: Gunung Ili Lewotolok di NTT Meletus
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Subroto menyatakan, karhutla Lawu di wilayah Magetan sudah menyasar 700 hektare. Karena itu, pemprov menargetkan titik api tidak terus semakin luas.
’’Sesuai rencana, besok (hari ini) akan dilakukan water bombing di wilayah perbatasan (Magetan-Ngawi, Red),’’ ungkap Gatot saat meninjau upaya penanganan karhutla di wilayah Ngawi kemarin. (ril/den/hen/sae/cor/c12/ris)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
