
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin.
JawaPos.com–Kereta ringan (lintas raya terpadu/LRT) Bandung Raya untuk tahap awal jalur Utara-Selatan Kota Bandung senilai Rp 10,9 triliun. Pembangunannya tidak akan menggunakan dana dari APBD Provinsi Jawa Barat.
”Babakan Siliwangi ke Leuwi Panjang yang awal. Yang pasti bukan APBD, ya mungkin mudah-mudahan APBN bisa,” kata Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin seperti dilansir dari Antara di Gedung Sate Bandung, Selasa (3/10) petang.
Anggaran tersebut, kata Bey, sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Tinggal Pemprov Jabar menyiapkan teknis detail yang telah banyak dilakukan. Karena itu, dia menginginkan peletakan batu pertama bisa untuk segera dilakukan.
”Saya ingin ground breaking segera dilakukan, karena studi sudah terlalu banyak ya. Jadi tinggal ground breaking. Kemarin Presiden Joko Widodo dengan anggaran Rp 10,9 triliun sudah menyetujui, tinggal di teknis detail yang harus disiapkan,” ucap Bey.
Dia meminta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jabar terpilih Muhammad Taufiq Budi Santoso berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam merealisasikan proyek tersebut.
”Makanya saya minta Pak Sekda sebisa mungkin kalau tahapnya lancar itu, minggu depan mungkin dengan Kementerian Perhubungan, minggu depannya lagi dengan Kemenko Marves, baru dengan Kementerian Keuangan untuk membicarakan itu,” papar Bey.
Dia mengatakan, LRT Utara-Selatan Kota Bandung yang akan terintegrasi dengan jalur KRD eksisting yang dielektrifikasi untuk jalur Barat-Timur (Leuwipanjang-Tegalluar), butuh pendampingan dari tingkat pusat yang telah membangun MRT.
”Ini akan ada pendampingan seperti MRT, karena hampir sama masalahnya, jadi ada pelajaran yang bisa diterapkan di situ supaya lebih cepat lagi. Termasuk masalah lahan,” ujar Bey.
Proyek itu, kata Bey, diharapkan akan mengubah pola perjalanan di Bandung Raya dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Saat ini transportasi massal di Bandung Raya seperti kereta api, kurang mendapatkan minat dari masyarakat.
”Jadi katanya, kenapa tidak terlalu banyak digunakan, karena interval waktunya (jadwal) masih jauh, kita inginkan kan seperti kereta itu, setengah jam sekali atau seperti KRL Jabodetabek (tiap 15 menit),” tutur Bey.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mengatakan, pembangunan LRT di Bandung Raya ditargetkan dimulai pada 2027.
”Target kalau dari timeline kita itu pada 2027 atau 2028 mulai konstruksi,” kata Kadishub Jabar Koswara.
Dia menambahkan, jalur LRT mulai dibangun dengan dua koridor prioritas yakni rute Tegalluar-Leuwipanjang dan Leuwipanjang-Dago dengan menghabiskan dana mencapai Rp 26 triliun.
”Jadi kurang lebih bisa Rp 13 triliun untuk satu koridor termasuk infrastruktur dan sarana,” terang Koswara.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
