Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 21.48 WIB

Dinkes Bali Perketat Pengawasan Wisatawan India Bergejala Virus Nipah

Vaksin Virus Nipah yang menyebar di India. (Sumber foto_ timesofindia.indiatimes.com) - Image

Vaksin Virus Nipah yang menyebar di India. (Sumber foto_ timesofindia.indiatimes.com)

JawaPos.com–Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bali I Wayan Widia mengatakan, wisatawan India yang memiliki gejala Virus Nipah perlu dicurigai.

”Yang merebak India, nah tentu tiap masyarakat yang pernah berkunjung ke sana atau orang India yang banyak sekarang berkunjung ke Bali ada keluhan seperti itu perlu kita curigai, kita ambil pemeriksaan darahnya dan melakukan PE (penyelidikan epidemiologi),” kata I Wayan Widia seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Jumat (29/9).

Widia menjelaskan, Virus Nipah tak kasat mata. Gejalanya seperti infeksi pada umumnya, sehingga harus diperiksa melalui laboratorium dengan juga mempertimbangkan riwayat perjalanan.

Penyakit zoonosis yang ditularkan dari kelelawar buah itu sekarang sedang merebak di India. Dari data Dispar Bali sejak Januari hingga Agustus, wisatawan mancanegara kedua terbanyak datang ke Pulau Dewata adalah India dengan total 288.873 kunjungan.

Untuk mengantisipasi munculnya Virus Nipah, Dinkes Bali telah berkoordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) memeriksa setiap orang dengan gejala virus tersebut, demam dan ruam.

”Selain itu catatan perjalanan. Kita tidak bisa juga (tebang pilih saat memeriksa) kita harus antisipasi, kita punya pengawasan di pintu masuk, tentu di uji laboratorium lah,” ujar I Wayan Widia.

Hingga saat ini, belum ada wisatawan dengan gejala tersebut ditemukan. Dinkes Bali tetap jemput bola dengan melakukan pengamatan surveilans sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

”Masyarakat apabila merasa sakit demam sesuai gejala diminta tak perlu panik dan segera datang ke fasilitas kesehatan. Tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memakai masker jika diperlukan,” ujar I Wayan Widia.

Dia menambahkan, apabila masyarakat terutama pekerja pariwisata melihat seseorang dengan gejala virus tersebut, diminta segera mengarahkan ke klinik milik akomodasi penginapan agar segera ditindaklanjuti.

”Masing-masing hotel ada klinik jadi kalau melihat yang seperti itu jangan sembarangan, biar petugas kesehatan yang menangani, biar tidak panik masyarakat apalagi kita baru bangkit. Sama-sama kita menjaga dengan tetap taati kesehatan,” papar Widia.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom menambahkan, virus itu selain menular dari hewan ke manusia juga menular dari manusia ke manusia. Cara penularan dapat melalui kontak dengan urine, air liur, spesimen, atau makan yang terkontaminasi.

”Kelelawar buah dan babi diketahui telah terbukti memberikan wabah Virus Nipah di Malaysia dan Singapura,” terang Anom.

Dia berpesan agar masyarakat menghindari kontak dengan hewan atau jaringan hewan yang terinfeksi, menggunakan alat pelindung diri jika terpaksa melakukan kontak, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi atau cuci tangan setelah mengunjungi orang yang sakit.

Untuk petugas kesehatan harus melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi standar saat menangani spesimen atau merawat yang dicurigai.

”Sementara itu yang kita lakukan, sambil menunggu imbauan lebih lanjut dari Kemenkes, karena saat ini Virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia,” ujar I Nyoman Gede Anom.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore