Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 18.13 WIB

Keraton Kanoman Gelar Tradisi Panjang Jimat Peringati Maulid Nabi

Sejumlah abdi dalem membawa benda pusaka dalam perayaan Malam Pelal Ageng Panjang Jimat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kanoman, Cirebon, Kamis (28/9) malam. - Image

Sejumlah abdi dalem membawa benda pusaka dalam perayaan Malam Pelal Ageng Panjang Jimat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kanoman, Cirebon, Kamis (28/9) malam.

JawaPos.com–Keraton Kanoman Cirebon, melaksanakan tradisi Malam Pelal Ageng Panjang Jimat. Itu merupakan puncak acara inti dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Kegiatan ini bentuk kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi dengan merayakan hari kelahiran beliau,” kata Juru Bicara Keraton Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Dalam tradisi itu, kata Arimbi, para patih dan abdi dalem Keraton Kanoman melaksanakan pawai alegoris. Yakni menggambarkan simbolisasi persiapan ketika ibunda Rasulullah melakukan prosesi melahirkan.

Dia menjelaskan, tradisi itu disebut Pelal Ageng Panjang Jimat karena merujuk pada penamaan benda kuno berupa piring bundar. Sedangkan istilah jimat yang tersemat pada tradisi tersebut merupakan sebutan untuk nasi yang dalam prosesnya ketika menjadi gabah dikupas satu per satu sambil melantunkan salawat.

Menurut dia, nasi yang proses memasaknya diiringi salawat inilah yang disebut nasi jimat.

”Di mana jimat-jimat yang kami keluarkan adalah alat-alat prosesi melahirkan sampai nutrisi yang diberikan atau dibutuhkan baik ibu dan anak,” tutur Arimbi.

Sesuai penjelasan tersebut, Panjang Jimat adalah iring-iringan nasi jimat yang diletakkan di atas piring panjang sehingga dinamakan Malam Panjang Jimat.

Menurut Arimbi, dalam tradisi itu nasi jimat dan sejumlah benda pusaka dibawa dari Langgar Keraton menuju Masjid Kanoman.

”Benda-benda banyak yang berusia ratusan tahun. Di masjid dibacakan Al-Barzanji. Nasi jimat adalah simbolisasi dari nutrisi yang dibutuhkan untuk ibu dan bayi,” terang Arimbi.

Dia berharap dengan adanya tradisi itu, masyarakat bisa memahami esensi ritual tersebut. Sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dilaksanakan setiap tahun.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore