
Ratusan massa mengikuti Aksi Bela Rempang di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (20/9/2023).
JawaPos.com–Komnas HAM menyebut anak-anak Rempang sebagai kelompok rentan. Masalah kejiwaan dan perilaku yang dialami anak, dinilai Komnas HAM diakibatkan oleh kekerasan.
”Komnas HAM betul. Tapi derita psikologis juga sangat mungkin disebabkan oleh pemindahan itu sendiri. Apalagi karena sejak awal anak-anak melihat bahwa ini adalah pemaksaan relokasi,” ujar pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.
Menurut dia, apabila pemerintah tutup mata terhadap risiko nyata itu hal yang menyedihkan. Terbukti, Pemerintah hanya mengutus Menteri Bahlil untuk meneduhkan suasana.
”Menteri Bahlil tentu cuma fokus pada sisi investasi. Menteri yang berurusan dengan anak-anak, antara lain MenPPPA, Mendikbud, dan Menko PMK, tidak diperintahkan menemui warga Melayu Rempang,” ujar Reza.
”Inilah potret pemerintah memang tidak cukup ngeh bahwa anak-anak Rempang berhadapan dengan risiko trauma, depresi, kegagalan akademis, kendala bersosialisasi, dan konsekuensi buruk jangka panjang lainnya akibat dipaksa angkat kaki dari kampung halaman mereka,” tambah dia.
Dia menambahkan, penderitaan berganda dapat dialami oleh anak-anak yang orang tua mereka berurusan dengan otoritas penegakan hukum. Perbuatan para lelaki dewasa itu pada hakikatnya merupakan satu-satunya cara yang tersisa dari masyarakat asli untuk mempertahankan tanah negeri dan harga diri mereka. Juga luapan perasaan putus asa karena DPR dan DPRD tak bersuara menjaga masyarakat yang mereka wakili.
”Lelaki dewasa Rempang itu bukan penjarah, penikmat huru-hara, atau penjahat yang mencari keuntungan instrumental rendahan,” ucap Reza.
Dalam kemelut itu, dia menambahkan, anak-anak menyaksikan bagaimana penguasa memaksa ayah mereka untuk setengah telanjang, berjongkok, lalu diarak, dan bentuk-bentuk penanganan intimidatif, bahkan perlakukan tidak manusiawi lainnya.
”Visual sedemikian rupa melukai batin, dan tak mungkin anak-anak Rempang tenang-tenang saja melihat kehina-dinaan ditimpakan ke ayah mereka,” tandas Reza.
”Satu lagi, risau saya menyimak bahwa pusat judi pun dikabarkan akan dibangun di Rempang. Entah betul entah tidak, tapi mana kementerian dan lembaga negara yang berpikir sampai ke sana?” tutur Reza.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
