Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 05.40 WIB

Ijen Geopark Masuk Jaringan Global, Bupati Ipuk Jalin Kerja Sama Internasional

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani jalin kerja sama global mengembangkan pariwisata berkelanjutan pada momen pengukuhan Ijen Geopark sebagai bagian UGG di Maroko. - Image

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani jalin kerja sama global mengembangkan pariwisata berkelanjutan pada momen pengukuhan Ijen Geopark sebagai bagian UGG di Maroko.

JawaPos.com–Momentum pengukuhan Ijen Geopark sebagai bagian UNESCO Global Geopark (UGG) di Marrakech, Maroko, 5 – 9 September, dimanfaatkan betul oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Dia menjadikannya untuk promosi sekaligus menjalin kerja sama global dengan berbagai negara di belahan dunia untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Ijen Geopark dengan Gunung Ijen sebagai simbolisasinya memiliki karakteristik geologi yang unik. Sekaligus juga memiliki kekayaan flora, fauna, hingga budaya yang mengitarinya.

”Saat ini, Ijen Geopark telah ditingkatkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Dengan terkoneksi ke UNESCO, badan PBB yang menangani pendidikan, sains, dan kebudayaan, Ijen dan Banyuwangi secara umum diharapkan bisa mendapat tempat di dunia internasional,” kata Ipuk.

Di forum tersebut, Bupati Banyuwangi melakukan kerja sama penandatanganan Mou dengan sejumlah pengelola UGG partner dari beberapa negara. Di antaranya adalah UGGp Aso (Jepang), M’Goun (Maroko), Langkawi (Malaysia), dan Dewan Geosains Australia (Australian Geoscience Council).

Dalam konferensi tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didapuk jadi salah satu pembicara. Pada kesempatan itu, dia memaparkan tentang bagaimana mempromosikan Ijen Geopark.

Ijen Geopark, menurut Ipuk, terdiri atas tiga pilar. Yakni, geologi, biologi, dan budaya. Tiga hal yang mensinergikan antara bumi, alam, dan manusia, itu dioptimalkan dalam upaya untuk menjaga sustainabilitas lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Geologi, biologi, dan budaya, menjadi komponen penting pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi,” ungkap Ipuk di konferensi yang dihadiri 50 negara dan lebih dari 1.200 peneliti dan praktisi geopark.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Ipuk, Banyuwangi mengkreasi ekowisata sebagai lokomotif penggerak. Dengan hal tersebut, masyarakat bisa mendapatkan pendapatan sekaligus juga menumbuhkan kesadaran untuk turut menjaga keberlangsungan alam.

”Berbagai upaya yang kami lakukan telah berdampak positif. Kemiskinan yang semakin turun dari 8,07 persen pada 2021 menjadi 7,51 persen pada 2022 merupakan yang terendah dalam sejarah Banyuwangi,” papar Ipuk.

”Kami yakin, setelah masuk jaringan global, kunjungan ke Geopark Ijen akan terus meningkat. Tentunya ini akan menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan tentu menjaga keberlanjutan lingkungan serta budaya lokal,” imbuh Ipuk.

Paparan Ipuk tersebut mendapat sambutan hangat dari sejumlah peserta yang hadir. Di antaranya dari Dewan Geosains Australia (Australian Geoscience Council) Dr Young NG. Menurut dia, paparan tentang Ijen Geopark itu cukup menarik.

”Tak banyak yang mengaitkan antara geopark dengan upaya meningkatkan ekonomi daerah. Ini menjadi diskursus yang menarik untuk dikembangkan lebih jauh ke depannya,” ungkap Dr. Young NG, ahli geowisata di kawasan Asia Pasifik itu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore