
Tomy Winata ingin sepak bola Indonesia bisa ke arah bisnis
JawaPos.com – Pembebasan lahan di Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya, Rabu (7/9), pada saat pembebasan lahan terjadi bentrok antara petugas dan massa.
Bentrokan itu berujung ricuh. Hal itu dipicu oleh penolakan warga atas proyek Rempang Eco-City yang akan menjadikan area itu sebagai kawasan industri.
Kericuhan itu bermula ketika pasukan gabungan masuk ke Pulau Rempang untuk memasang patok pembatas lahan yang nantinya akan dipakai sebagai kawasan Eco-City.
Kericuhan itu menjadi semakin panas ketika warga menolak dan memblokade pasukan gabungan itu yang terdiri atas aparat polisi, TNI, dan Satpol PP.
Bentrokan antara warga Rempang dan pihak keamanan itu menuai banyak respons baik dari pihak pejabat tinggi negara dan tokoh agama. Salah satunya Menkopolhukam Mahfud MD.
“Kita secara hukum minta kepada aparat penegak hukum agar menangani masalah kerumunan orang itu atau aksi unjuk rasa itu, supaya ditangani dengan baik dan penuh kemanusiaan,” kata Mahfud MD pada Jumat (8/9).
“Tapi masalah hukumnya juga supaya diingat, banyak orang yang tidak tahu bahwa Rempang itu sudah diberikan haknya oleh negara kepada sebuah entitas perusahaan untuk digunakan,” lanjutnya.
Sosok Tomy Winata, Pengusaha di Balik Proyek Pulau Rempang
Dilansir dari akun Youtube @MD Universe, entitas perusahaan yang diberikan hak untuk mengelola kawasan Rempang adalah PT MEG atau Makmur Elok Graha.
PT MEG merupakan anak perusahaan Artha Graha Network yang bergerak di bidang jasa pariwisata dan perhotelan. Artha Graha Network merupakan milik konglomerat Tomy Winata. Konglomerat Tomy Winata dikenal sebagai orang terkaya di Indonesia ke-40 pada 2016.
Selain memiliki Artha Graha Network, Tomy Winata juga mempunyai PT Danayasa Arthatama Tbk (DA). PT Danayasa Arthatama adalah perusahaan yang membangun dan mengelola kawasan SCBD di daerah Sudirman, Jakarta Selatan.
Pada April 2020, saham kepemilikan Tomy Winata terhadap kawasan SCBD berkurang setelah perusahaanya, PT Danayasa Arthatama, resmi hengkang dari lantai bursa.
Meski demikian, Tomy Winata masih menduduki jabatan Komisaris di PT Danayasa Arthatama dengan Sugianto Kusuma sebagai Komisaris Utama, dilansir dari scbd.com.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
