Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 September 2023 | 23.29 WIB

Kominfo Pastikan Bentuk TPF Telusuri Dugaan Pelecehan Seksual di STMM Jogjakarta

Ilustrasi pelecehan seksual. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi pelecehan seksual. Dok JawaPos

JawaPos.com–Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Hary Budiarto memastikan pembentukan tim pencari fakta di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Jogjakarta. Tim akan menelusuri kabar dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus itu.

”Kami akan membentuk tim pencari fakta (TPF). Kita cari bukti. Sekarang kan belum ada. Kalau nanti buktinya sudah ada, baru kita proses baik pelaku, korban, maupun BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa),” ujar Hary Budiarto seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Senin (4/9).

Menurut dia, BEM STMM turut dimintai keterangan sebagai pihak pertama yang mengabarkan informasi dugaan pelecehan seksual itu melalui akun media sosial. Diharapkan penelusuran TPF mampu menjelaskan duduk perkara kasus yang sebenarnya di STMM.

”Kenapa BEM itu meletakkan informasi tanpa bukti-bukti. Yang dinamakan kekerasan seksual itu apa, itu kan belum jelas, siapa korbannya, siapa pelakunya, itu kan asumsi. Ini kita betul-betul cari, tim sudah dibentuk, kemudian ini berproses,” ujar Hary.

Ketua STMM Jogjakarta Noor Iza mengatakan, telah memperoleh laporan terkait dugaan pelecehan seksual di lingkungan STMM dan segera dilakukan serangkaian upaya pendalaman.

”Intinya, Sekolah Tinggi Multi Media mengecam segala tindakan pelecehan seksual dan juga apa pun tindakan yang tidak bermoral,” tutur Noor Iza.

Selain menindaklanjuti aduan, menurut Noor, tim yang telah dibentuk STMM juga berfungsi melakukan pendampingan bagi mahasiswa yang diduga menjadi korban pelecehan seksual tersebut. Segala penanganan terkait dugaan kasus itu, mengacu Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

Noor menuturkan tim internal STMM telah meminta keterangan sejumlah mahasiswa yang melapor atau diduga menjadi korban terkait dugaan pelecehan seksual itu.

”Mungkin empat orang ya (dimintai keterangan), tapi yang betul-betul yang saya cek yang fokus dua orang. Satu orang sebenarnya yang satu lagi pendamping saja,” terang Noor Iza.

Keterangan dari sejumlah pelapor itu akan menjadi pijakan tim internal STMM untuk menelusuri terduga pelaku. ”Nunggu dari hasil, kan harus very clear jangan sampai menuduh orang yang tidak salah, itu bahaya,” tutur Noor Iza.

Sebelumnya, BEM STMM Jogjakarta melalui akun resmi Instagram mereka @bemstmmyk, Kamis (31/8), mengunggah informasi dugaan tindak pelecehan seksual di kampus itu.

Berdasar unggahan akun tersebut, peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada Rabu (28/8), di toilet Gedung Sociocultural, Kampus STMM Jogjakarta.

”Ada beberapa oknum yang merekam secara tidak bertanggung jawab di dalam toilet perempuan Gedung Sociocultural,” tulis akun itu pada unggahannya.

Aksi oknum itu disebutkan telah memakan korban sebanyak empat orang tanpa dijelaskan secara rinci siapa saja mereka. Salah seorang perwakilan BEM menyebut kasus itu telah ditangani pihak kampus. BEM belum bisa memberikan informasi lanjutan dan menyatakan segera menyampaikannya lewat rilis resmi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore