Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2016 | 14.18 WIB

Penampakan Avanza Terseret Banjir di Tengah Pemukiman, Terpaksa Dimutilasi

Petugas mengevakuasi mobil yang hanyut akibat luapan Sungai Citarum, Kamis (10/11). - Image

Petugas mengevakuasi mobil yang hanyut akibat luapan Sungai Citarum, Kamis (10/11).

JawaPos.com - Proses evakuasi mobil Avanza di Sungai Citepus, Bandung, terkendala akses. Posisi bangkai mobil berada di tengah pemukiman warga sehingga harus dilakukan pemotongan.



Mobil Toyota Avanza bernomor polisi D 1539 QI terseret arus banjir sepanjang tiga kilometer dari Jalan Pagarsih Kelurahan Cibadak Kota Bandung, Rabu (9/11) sekitar pukul 16.30 WIB ketika hujan deras.



Berdasarkan informasi, saat itu mobil tersebut bertujuan mengambil barang akan tetapi karena tidak mengetahui kondisi jalanan di Pagarsih saat hujan pemilik membiarkan mobil terparkir di jalan.



Kepala Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Pammad) Direktorat Sabhara Polda Jabar, Kompol Nana Sumarna menuturkan, pihaknya sudah meminta izin kepada pemilik mobil untuk dievakuasi dengan cara memotong-motong setiap bagian. Sebab, posisi mobil bila diangkut secara utuh sangat sulit karena jauh dari jalan raya.



"Lokasinya masuk ke dalam gang dan bila mau diangkut perlu sling (tali) yang cukup panjang," jelasnya kepada Radar Bandung saat ditemui di lokasi, Kamis (10/11).



Nana menjelaskan, kondisi hujan semalam (Rabu, 9/10) memang sangat deras bahkan lebih besar dari banjir sebelumnya pada Senin, 24/10 sampai menyeret mobil grand livina dan satu motor pengangkut sampah. "Kalau kejadian hari ini sementara baru satu laporan kehilangan mobil," terangnya.



Menurut Ketua RW 04 Kelurahan Nyengsered, Atang Suwarno, bangkai mobil ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WIB tepat di depan rumahnya kemudian, kata Atang, ada warga yang melaporkan kepada pihak kepolisan.



"Sejak jam lima sore kan air Sungai meluap nah sekitar pukul delapan malam setelah surut anak saya 'Ari' teriak ada mobil di sungai," paparnya.



Menurut Atang, kejadian seperti ini merupakan yang pertama, bahkan luapan air sungai Citepus meluber masuk ke dalam rumahnya hingga satu meter. Akibatnya, banyak barang-barang Rumah tangga yang terendam air.



"Di RT 9 baru pertama kalinya banjir seperti ini, saya juga kaget air naik ke rumah bahkan ada laporan dari warga bahwa barang-barang penting seperti kartu keluarga dan berkas penting hilang terbawa hanyut," ungkapnya.



Lebih lanjut, kata Atang, untuk mengantisipasi kejadian serupa di musim penghujan pihaknya mengajak warga agar berhati-hati bila sudah datang hujan terlebih ketika melihat air di Sungai Citepus deras.



"Lebih berhati-hati saja mulai sekarang karena ternyata bukan RT 2/3/4 saja yanh menjadi langganan banjir tapi RT 9 sudah terkena dampaknya," tandasnya. (arh/nda/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore