
Petugas mengevakuasi mobil yang hanyut akibat luapan Sungai Citarum, Kamis (10/11).
JawaPos.com - Proses evakuasi mobil Avanza di Sungai Citepus, Bandung, terkendala akses. Posisi bangkai mobil berada di tengah pemukiman warga sehingga harus dilakukan pemotongan.
Mobil Toyota Avanza bernomor polisi D 1539 QI terseret arus banjir sepanjang tiga kilometer dari Jalan Pagarsih Kelurahan Cibadak Kota Bandung, Rabu (9/11) sekitar pukul 16.30 WIB ketika hujan deras.
Berdasarkan informasi, saat itu mobil tersebut bertujuan mengambil barang akan tetapi karena tidak mengetahui kondisi jalanan di Pagarsih saat hujan pemilik membiarkan mobil terparkir di jalan.
Kepala Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Pammad) Direktorat Sabhara Polda Jabar, Kompol Nana Sumarna menuturkan, pihaknya sudah meminta izin kepada pemilik mobil untuk dievakuasi dengan cara memotong-motong setiap bagian. Sebab, posisi mobil bila diangkut secara utuh sangat sulit karena jauh dari jalan raya.
"Lokasinya masuk ke dalam gang dan bila mau diangkut perlu sling (tali) yang cukup panjang," jelasnya kepada Radar Bandung saat ditemui di lokasi, Kamis (10/11).
Nana menjelaskan, kondisi hujan semalam (Rabu, 9/10) memang sangat deras bahkan lebih besar dari banjir sebelumnya pada Senin, 24/10 sampai menyeret mobil grand livina dan satu motor pengangkut sampah. "Kalau kejadian hari ini sementara baru satu laporan kehilangan mobil," terangnya.
Menurut Ketua RW 04 Kelurahan Nyengsered, Atang Suwarno, bangkai mobil ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WIB tepat di depan rumahnya kemudian, kata Atang, ada warga yang melaporkan kepada pihak kepolisan.
"Sejak jam lima sore kan air Sungai meluap nah sekitar pukul delapan malam setelah surut anak saya 'Ari' teriak ada mobil di sungai," paparnya.
Menurut Atang, kejadian seperti ini merupakan yang pertama, bahkan luapan air sungai Citepus meluber masuk ke dalam rumahnya hingga satu meter. Akibatnya, banyak barang-barang Rumah tangga yang terendam air.
"Di RT 9 baru pertama kalinya banjir seperti ini, saya juga kaget air naik ke rumah bahkan ada laporan dari warga bahwa barang-barang penting seperti kartu keluarga dan berkas penting hilang terbawa hanyut," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Atang, untuk mengantisipasi kejadian serupa di musim penghujan pihaknya mengajak warga agar berhati-hati bila sudah datang hujan terlebih ketika melihat air di Sungai Citepus deras.
"Lebih berhati-hati saja mulai sekarang karena ternyata bukan RT 2/3/4 saja yanh menjadi langganan banjir tapi RT 9 sudah terkena dampaknya," tandasnya. (arh/nda/yuz/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
