Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 03.46 WIB

Hasil Survei Kesehatan Indonesia, Jatim Targetkan Angka Prevalensi Stunting Turun Jadi 16 Persen Tahun Ini

BKKBN Jawa Timur mengadakan Rapat Terbatas Persiapan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. - Image

BKKBN Jawa Timur mengadakan Rapat Terbatas Persiapan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

JawaPos.com–BKKBN Jawa Timur mengadakan Rapat Terbatas Persiapan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melalui zoom meeting. Rapat diikuti Dinas OPD KB se-Jawa Timur.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Maria Ernawati mengharapkan kepada Dinas OPD KB bersama Tim Pendamping Keluarga di Jawa Timur untuk mengawal Survei Kesehatan Indonesia. Sehingga angka prevalensi stunting di Jawa Timur pada 2023 mengalami penurunan di angka 16 persen dan 2024 turun lagi menjadi 14 persen atau di bawahnya.

Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI Pretty Multihartina menjelaskan, tujuan dari SKI untuk memperoleh data dasar status kesehatan masyarakat. Termasuk status gizi balita Indonesia.

Pretty menambahkan, data yang dihasilkan SKI akan diolah jadi informasi untuk pembangunan kesehatan dan sebagai rancangan RPJMN 2025-2029.

”Hasil SKI 2023 akan dimanfaatkan pelaksana program Kementerian Kesehatan, termasuk pengembangan RPJMN oleh Bappenas. Kabupaten/kota dapat menggunakan data SKI 2023 untuk perencanaan, pemantauan, penerapan, dan evaluasi, program-program kesehatan dengan berbasis bukti,”' ucap Pretty.

Dalam pelaksanaan survei, dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, pengukuran antropometri, dan pengukuran biomedis yang mencakup pemeriksaan gigi dan mulut. SKI 2023 akan dilakukan pada Agustus hingga minggu pertama Oktober, dengan melibatkan 586 ribu rumah tangga di 38 provinsi 514 kabupaten/kota.

Sampel survei terdiri atas kategori rumah tangga dan kategori rumah tangga balita. Pretty menjelaskan desain metodologi SKI adalah Potong Lintang menggunakan kerangka sampel BPS sebanyak 34.500 blok sensus yang masing-masing blok sensus terdiri atas 10 rumah tangga sehingga ada 345.000 rumah tangga.

Pelaksanaan SKI 2023 di lapangan melibatkan ribuan tenaga pendukung. SKI memanfaatkan kader Posyandu sebanyak 34.500 orang, pengumpul data atau enumerator yang berlatar belakang pendidikan D3 Kesehatan sebanyak 11.522 orang, 7.500 tenaga Puskesmas, dan 3 ribu dokter gigi.

Pada November diharapkan dapat dilakukan diseminasi hasil sementara pada 5 indikator utama SKI 2023, yaitu data prevalensi balita stunting, prevalensi balita wasting, persentase merokok pada usia 12-23 tahun, prevalensi obesitas usia lebih dari 18 tahun, dan persentase imunisasi dasar lengkap usia 12-23 bulan.

Prettty juga menyoroti perbedaan data antara E-PPBGM dan SSGI. ”Keduanya merupakan instrumen yang berbeda baik latar belakang, konsep, substansi serta penggunaan di tingkat masyarakat. E-PPGM adalah data rutin yang berasal dari pemantauan status gizi individual, SSGI adalah data survei dengan menggunakan instrumen pemantauan status gizi masyarakat,” imbuh Pretty.

Kasubag Penyusunan Program dan Anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Mohamad Yoto menambahkan, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi SKI. Di antaranya terjadi penolakan di masyarakat yang menjadi sampel dalam SKI, mobilitas atau perpindahan penduduk, alat pengukuran (antropometri) yang tidak sama serta pendampingan dari puskesmas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore