
Gibran menempelkan stiker bergambar Ganjar Pranowo di rumah warga di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
JawaPos.com–Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mempersilakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendalami aktivitas penempelan stiker bergambar Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo di rumah-rumah warga beberapa waktu lalu.
Gibran mengatakan siap mendapatkan sanksi jika ditemukan ada kesalahan atau pelanggaran. ”Saya siap mendapatkan sanksi kalau ada yang salah ya. Itu yang memutuskan biar bawaslu saja,” kata Gibran seperti dilansir dari Antara.
Gibran memastikan tidak akan melakukan pembelaan apa pun dan siap jika dianggap melakukan kesalahan akibat menempelkan stiker tersebut. Penempelan stiker bergambar Ganjar Pranowo itu tidak hanya dilakukan dirinya, tetapi banyak kader lain PDIP.
”Yang melakukan se-Indonesia lho. Saya kembalikan lagi ke bawaslu,” ujar Gibran.
Sebelumnya, Gibran mengatakan penempelan stiker tersebut sesuai dengan instruksi DPP PDIP. ”Ya itu instruksi ya jelas, menempelkan stiker. Dudu aku tok (bukan hanya saya yang melakukannya),” terang Gibran.
Meski demikian, menurut dia, penempelan stiker sudah sesuai izin dari pemilik rumah. Gibran mengatakan penempelan stiker dilakukan sebagai sosialisasi capres Ganjar pada warga.
”Setiap minggu kami juga jalan sehat, sudah kami lakukan,” tutur Gibran.
Sementara itu, Gibran meminta agar kegiatan yang dilakukannya tidak semua dikaitkan dengan kampanye. Termasuk tudingan kampanye saat agenda nonton bareng final Piala AFF U23 Indonesia lawan Vietnam di depan Balai Kota Surakarta. Menurut Gibran hal tersebut hanya kegiatan masyarakat.
”Lha ada kampanyenya nggak? Nggak ada to. Wis clear (sudah jelas),” ucap Gibran.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
”Lain kali kalau ada event saya akan bilang ke semua pengunjung tidak usah nyoblos Gibran. Gampang to, tapi event-ku tetap jalan. Yang penting yang jualan es tes, telur gulung, cilok, tetap ramai. Aku ra sah dipikir (saya tidak usah dipikirkan),” ujar Gibran.
Dia meminta seluruh pihak tidak menghalangi setiap kegiatan yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Jika kegiatan tersebut dikaitkan dengan strategi menarik suara jelang tahun politik, tidak tepat jika dilakukan di Solo.
”Narik suara apa, kalau mau menarik suara tidak di Solo. Di Solo sudah tinggi suara saya (pemilih). Apa mau Solo dijadikan sepi seperti dulu,” kata Gibran.
Sementara itu, meski ada tudingan kampanye di sela kegiatan masyarakat, dia bertekad tetap akan menyelenggarakan berbagai agenda.
”Ini komitmen saya. Semua senang, semua gratis, parkiran ramai, wedangan ramai, hotel ramai, pesawat ramai. Kalau nggak suka saya nggak apa-apa,” tutur Gibran.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
