
Situasi kebakaran TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, yang sudah terjadi beberapa hari terakhir.
JawaPos.com–Pemkot Bandung segera mengeluarkan biaya tak terduga (BTT) untuk penanganan sampah termasuk membentuk Satgas Kedaruratan Sampah. Itu menyikapi kebakaran di TPA Sarimukti yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, hal itu juga sebagai respons atas ketetapan Gubernur Jawa Barat yang menyatakan Bandung Raya dalam kondisi darurat sampah sejak 24 Agustus.
”Kami akan mengeluarkan Keputusan Plh Wali Kota yang berkaitan dengan penggunaan BTT karena beririsan dengan penggunaan anggaran dan lain sebagainya. Selain itu, kami akan merancang Satgas Kedaruratan Sampah, yang Insya Allah Senin (28/8) sudah selesai,” kata Ema seperti dilansir dari Antara dalam keterangan di Bandung.
Ema menjelaskan, anggaran BTT itu dikeluarkan dengan keharusan dilakukan dalam kondisi kedaruratan.
”Seperti saat ini, kita sama-sama tidak menduga bahwa akan terjadi bencana di TPA Sarimukti,” ucap Ema.
Terkait pembentukan Satgas Penanganan Kedaruratan Sampah, Ema menerangkan, Pemkot Bandung berkaca pada kesuksesan penanganan pandemi Covid-19, di mana pada saat itu juga dibentuk Satgas.
"Satgas Penanganan Kedaruratan Sampah akan berisi jajaran dari Pemkot Bandung dan juga Forkopimda Kota Bandung,” tutur Ema.
Langkah-langkah itu, kata Ema, karena saat ini 95 persen Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Bandung dalam kondisi overload. Pemkot menyikapinya dengan penanganan melalui pola substitusi.
Kebakaran TPA Sarimukti dikabarkan masih berlangsung. Upaya penanganan dilakukan dengan rekayasa cuaca dan bom air yang mengakibatkan masih ditutupnya fasilitas itu.
Ema mengaku mendapat informasi pengiriman sampah ke TPA Sarimukti bisa dilakukan mulai Senin (28/8) meski belum maksimal.
”Memang belum bisa digunakan sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Namun, berdasar catatan yang semoga ini akurat, mulai Senin, 98 dari 241 ritase truk sampah dari Kota Bandung bisa mengakses TPA Sarimukti. Nah, tetapi masih ada lebih dari seratus truk yang belum bisa mengangkut sampah ke sana,” ujar Ema.
Sebanyak 98 ritase truk sampah itu merupakan kuota untuk Pemkot Bandung dapat mengakses pembuangan sampah ke TPA Sarimukti pasca kebakaran. Karena belum maksimal, Ema meminta masyarakat Kota Bandung berkolaborasi menangani masalah sampah bersama-sama. Salah satunya dengan menerapkan program Kang Pisman di rumah masing-masing.
”Kami mohon kepada masyarakat untuk sama-sama bijak. Kita tahan dulu sampah. Semoga ini bisa perlahan normal kembali,” kata Ema.
Dengan berbagai upaya optimalisasi, Ema memastikan sampah-sampah yang menumpuk di TPS tidak sampai berserakan di jalan raya yang menjadi pemandangan tidak mengenakan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
