Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2020 | 18.07 WIB

Satu Warga Positif Covid-19, Pemkot Sawahlunto Tutup Sekolah

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. Miko Elfisha/Antara - Image

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. Miko Elfisha/Antara

JawaPos.com–SMP dan SMA sederajat di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang telah dibuka dan melaksanakan belajar tatap muka sejak tahun ajaran baru 2020/2021 kembali ditutup. Sebab, ada keluarga siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

”Kemarin (27/7) seorang warga inisial S yang telah sepekan pulang dari Samarinda terkonfirmasi positif Covid-19. Yang bersangkutan punya anak sekolah di SMP dan SMA. Karena itu, sekolah kita liburkan kembali,” kata Wali Kota Sawahlunto Deri Asta seperti dilansir dari Antara di Padang pada Selasa (28/7).

Sesuai aturan, daerah zona kuning atau ada warga yang positif Covid-19 tidak diizinkan untuk melaksanakan sekolah tatap muka. ”Kita pindah ke sistem sekolah jarak jauh baik daring maupun luring,” kata Deri.

Dia mengatakan, saat ini, petugas kesehatan langsung turun untuk melakukan penelusuran (tracing) dan pelacakan (tracking) warga yang pernah kontak dengan yang bersangkutan atau keluarga. Keluarga S sudah diisolasi dan mengikuti tes usap (swab) PCR untuk memastikan kondisi kesehatan dan penanganan lebih lanjut.

Deri menyebut, saat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, Sawahlunto tidak lagi menerapkan pembatasan bagi orang yang ingin masuk ke daerah itu. Agaknya, kelonggaran itu membuat Sawahlunto kecolongan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar Jasman menyebut, dengan terkonfirmasinya satu warga Sawahlunto positif Covid-19, daerah zona hijau di Sumbar berkurang menjadi lima daerah. ”Sebelumnya ada enam daerah zona hijau yaitu Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Mentawai, Solok Selatan, dan Sawahlunto. Sekarang minus Sawahlunto, tinggal lima daerah,” kata Jasman.

Namun, berdasar indikator, Kabupaten Padang Pariaman dan Sijunjung bisa masuk zona hijau jika hingga pekan depan tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau meninggal karena virus tersebut.




Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ljadoN_ZtdI

 

https://www.youtube.com/watch?v=jsQNwN0ob-4

 

https://www.youtube.com/watch?v=PZamQ-nb8nw

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore