
Presiden Joko Widodo
JawaPos.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali memastikan bahwa dirinya bukan bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Penjelasan tersebut diungkapkan Jokowi saat sambutan acara pemberian gelar Pinisepuh di Paguyuban Pasundan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11).
Walaupun isu lama yang kembali muncul jelang Pilpres 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada masyarakat untuk mengecek kebenaran tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya dan keluarga adalah seorang muslim biasa. Hal itu bisa ditanyakan ke DKM Masjid Solo tempat dirinya dibesarkan.
"Jangan sampai isu yang sudah lama masih ada, itu gara-gara misal pilihan presiden yang sering ada di media sosial, disampaikan kalau Jokowi PKI, masih ada sampai sekarang. Survei terakhir yang kami lakukan masih enam persen masyarakat Indonesia yang percaya bahwa saya PKI," kata Jokowi yang menggunakan pakaian adat Sunda di Paguyuban Pasundan, Bandung, Minggu (11/11).
Padahal, lanjut Jokowi, dirinya terlahir pada 1961 sedangkan PKI dibubarkan pada 1965. Maka menurutnya saat PKI dibubarkan umurnya baru 4 tahun.
"Enggak ada yang namanya PKI balita, enggak ada. Balik lagi nanti nembaknya ke orang tua saya. Gampang sekali jawaban saya, karena sekarang zaman terbuka. Bisa tanya ke masjid di dekat rumah saya, orang tua, nenek kakek saya, NU, Muhammadiyah, dan lainnya ada di Solo," jelasnya.
"Saya sampaikan, saya muslim, ibu, bapak, kakek, nenek saya muslim. Kalau lihat di medsos sedih saya, saya diam dan sabar tapi lama-lama saya perlu jawab dan akhirnya saya jawab," ujarnya.
Jokowi mencontohkan adanya fitnah kepada dirinya, yakni terkait dokumentasi Ketua PKI DN Aidit yang sedang berpidato dan di dekatnya ada sosok yang mirip dengan Jokowi. Hal itu langsung dijelaskan, tak hanya di Bandung, Jabar melainkan di seluruh daerah di Indonesia, Jokowi mengklarifikasi hal itu.
"Contoh itu DN Aidit pidato 1955, kok didekatnya ada saya? Saya lihat-lihat, lho kok ya mirip saya. Astagfirullah. Ini (saat) pidato lahir saja saya belum. Kalau fitnah seperti itu tidak saya jawab dipikir nanti jadi sebuah kebenaran," tuturnya.
Dalam menyikapi kabar tersebut, sebagai kepala negara Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, dari pesimisme ke optimisme,
konsumtif ke produktif.
"Karena inilah yang diperlukan bangsa Indonesia, jangan sampai ada di media sosial seperti itu lagi. Karena tidak ada gunanya," lanjutnya.
Bahkan, selama enam bulan menjelaskan hal itu, survei menyatakan ada enam persen masyarakat masih percaya. Jika dijumlahkan Enam persen ada sekitar 9 juta orang yang masih percaya Jokowi PKI di seluruh Indonesia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
