Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Agustus 2023 | 15.46 WIB

9 Ribu Warga Sleman Terinfeksi TBC, Terbanyak di DIJ

 

Sejumlah warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, diduga mengalami keracunan menjalani perawatan di Puskesmas Tanah Kalikedinding, Sabtu (1/7).

JawaPos.com – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sleman, DIJ, tercatat cukup tinggi. Sepanjang tahun ini, hingga 16 Agustus 2023, setidaknya ada 9.023 orang yang terinfeksi penyakit yang menyerang organ paru-paru tersebut.

Jumlah penderita tersebut merupakan yang terbanyak di DIJ.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati menyatakan, penderita itu tersebar di berbagai kapanewon di wilayah Sleman.

Dari temuan itu, 1.281 penderita termasuk kategori sensitif terhadap obat (TBso) atau dapat diobati dengan mengonsumsi obat anti-TB. Dinkes juga menemukan 21 penderita yang resistan terhadap obat (TBro) atau virus TBC. Sudah kebal terhadap obat-obatan anti-TB.

’’Adapun untuk kasus kematian akibat TB, belum ada catatan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jogja kemarin (16/8).

Perempuan yang akrab disapa Yuli itu mengakui, dinkes masih menemui sejumlah kendala dalam upaya penanggulangan TBC. Salah satunya, sulitnya pengobatan terhadap penderita. Mayoritas penderita malu. Mereka tidak mau mengaku ketika tengah menderita TBC.

Untuk menangani hal tersebut, dia menyatakan, Pemkab Sleman sudah memiliki program Sikat TB (Sleman Sigap Kendali dan Atasi Tuberkulosis). Program tersebut berjalan sejak 2022. Lewat program itu, pemkab mengajak berbagai pihak untuk bersinergi dan bergerak bersama dalam percepatan eliminasi TBC.

’’Kami ajak kerja sama berbagai sektor OPD dan komunitas peduli TB,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menyampaikan beberapa gejala TBC yang perlu diwaspadai masyarakat. Di antaranya, batuk berkepanjangan selama dua hingga tiga minggu. Batuk tersebut disertai dahak dan darah. Penderita juga mengalami penurunan berat badan tanpa diet dan berkeringat saat malam.

Dia mengimbau, apabila merasakan gejala tersebut, masyarakat bisa mendatangi puskesmas terdekat. Dengan demikian, mereka segera bisa tertangani tenaga medis.

Sebagai upaya jemput bola, Dinkes Sleman bekerja sama dengan Zero TB Jogjakarta untuk melakukan mobile screening TBC. ’’Saya berharap, dari program Zero TB itu, kalau nanti terdeteksi ada gejala TB, warga harus langsung berobat selama 6 bulan.

Perawatan harus tuntas. Setelah selesai, nanti tidak menularkan virus. Juga, patuh minum obat. Sebab, kalau tidak patuh, akan terjadi kebal obat,’’ tegasnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore