Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2020 | 18.25 WIB

Bangka Belitung Lacak Pendatang dengan Aplikasi Fight Covid-19

Gelang penanda untuk orang dalam pemantauan terkait penularan Covid-19 yang dipakai Pemprov Kepulauan Bangka Belitung untuk memantau pergerakan warga pendatang. Anindira Kintara/Antara - Image

Gelang penanda untuk orang dalam pemantauan terkait penularan Covid-19 yang dipakai Pemprov Kepulauan Bangka Belitung untuk memantau pergerakan warga pendatang. Anindira Kintara/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melacak pergerakan pendatang dari daerah lain menggunakan aplikasi Fight Covid-19 buatan pemuda setempat. Pendatang yang masuk ke wilayah Bangka Belitung akan diminta memasang aplikasi tersebut dan mengenakan gelang penanda.
Staf Khusus Gubernur Bangka Belitung Saparudin menjelaskan, tindakan itu sudah diterapkan pada sekelompok orang yang baru datang dari Palembang ke Pulau Bangka menggunakan kapal laut. Meski pemerintah provinsi sudah membatasi operasi kapal laut hanya untuk kebutuhan logistik.
”Tim kita harus ke sana melakukan pemanduan pada mereka yang masuk untuk install (pasang) aplikasi, pasang gelang, supaya bisa terus terpantau. Kami harapkan mereka tetap ada di rumah, supaya kalau mereka carrier (pembawa virus), tetap ada di rumah selama 14 hari," kata Saparudin seperti dilansir dari Antara pada Jumat (24/4).

Saparudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sudah menyiapkan server untuk menampung data pergerakan orang-orang yang dipantau dengan aplikasi Fight Covid-19. ”Harus siapkan server karena datanya besar, history-nya (riwayatnya) harus disimpan. Kalau pada H-10 dia ada gejala, H1-H10 harus disimpan supaya bisa tracking (lacak), dan temui orangnya untuk dites,” kata Saparudin.

Pengembang aplikasi Fight Covid-19 Ahmad Alghozi menjelaskan, GPS yang ada di perangkat telepon seluler digunakan untuk mendukung kerja sistem  pelacakan pendatang, orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala. Aplikasi Fight Covid-19 akan meminta persetujuan pengambilan data GPS untuk memantau pergerakan orang yang hendak dipantau dan data pergerakan mereka akan disimpan dalam server yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Pendatang yang masuk ke Bangka Belitung juga diminta mengenakan gelang penanda. Menurut Alghozi, gelang penanda untuk pendatang bisa menimbulkan efek psikologis bagi orang-orang yang dipantau sehingga mereka menahan diri untuk keluar rumah dan disiplin menjalani karantina mandiri selama 14 hari setelah hari kedatangan dari luar daerah.

Selain melacak pergerakan pendatang, aplikasi Fight Covid-19 menyediakan berbagai informasi mengenai SARS-CoV-2, virus korona tipe baru yang menyebabkan pandemi Covid-19. Aplikasi itu antara lain menyediakan data kasus Covid-19 di Indonesia dan dunia, data rujukan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di tiap daerah, nomor kontak darurat, pemeriksaan Covid-19 secara mandiri, dan berbagai informasi mengenai pencegahan penularan virus korona.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=J3kwJqfNR1o

 

https://www.youtube.com/watch?v=gGSkI9fPe7Y

 

https://www.youtube.com/watch?v=5hmKS9U7yVw

 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore