Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Agustus 2023 | 18.04 WIB

Ketua DPRD Dorong Kepolisian Pecahkan Kasus Mutilasi di Jombang

Mayat korban mutilasi di Jombang saat dievakuasi ke RSUD Jombang (Achmad RW/Radar Jombang) - Image

Mayat korban mutilasi di Jombang saat dievakuasi ke RSUD Jombang (Achmad RW/Radar Jombang)

JawaPos.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Mas'ud Zuremi dorong pihak kepolisian bekerja maksimal untuk memecahkan kasus mutilasi di saluran air Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno. Menurutnya, perbuatan pelaku yang memutilasi korban sangat keji, terlebih kabar tentang kasus tersebut memperoleh atensi publik secara luas.

Dikhawatirkan hal tersebut akan menjadi preseden buruk bagi kepolisian jika tidak mampu memecahkan kasus mutilasi di Jombang sampai tuntas.
 
”Kasus ini menyita perhatian publik, apabila kasus ini tidak terungkap tentu saja ini akan menjadi preseden buruk untuk aparat penegak hukum. Mudah-mudahan kasus ini segera diungkap," kata Mas'ud Zuremi, Minggu (13/8) dikutip dari Radar Jombang (Jawa Pos Group).
 
 
Mas'ud Zuremi juga menyinggung tentang komplotan kejahatan jual beli organ tubuh manusia. Seperti halnya kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjual organ ginjal ke Kamboja.
 
”Seperti kasus TKI yang organ tubuhnya dijual ke Kamboja. Apakah ini juga jaringannya, banyak masyarakat yang bertanya," lanjutnya.
 
Mas'ud mengharapkan agar kasus mutilasi di Jombang segera terungkap. Dirinya mendorong pihak kepolisian meningkatkan pelaksanaan tugas untuk menjawab kebenaran di balik penemuan korban mutilasi Desa Japanan.
 
”Tentu kami mendorong kepolisian meningkatkan pelaksanaan tugasnya salah satunya mengungkap kasus mutilasi di Desa Japanan,” pungkasnya.
 
Sebelumnya, bagian kepala korban mutilasi di Jombang masih belum ditemukan. Terlebih beberapa organ dalam seperti ginjal dan isi perut juga menghilang.
 
 
Diketahui korban berjenis kelamin perempuan dengan ciri-ciri tinggi badan antara 145 sampai 158 cm. Korban berusia antara 25 sampai 50 tahun memiliki kulit sawo matang.
Kasatreskrim Sabtu (12/8) kemarin sudah menerima setidaknya enam laporan orang hilang di Polres Jombang dan Polsek jajaran. Namun, hanya dua laporan yang masuk kriteria berdasarkan ciri-ciri hasil otopsi.
 
Terkait dengan anggapan mutilasi di Jombang merupakan korban jual beli organ manusia, AKP Aldo Febrianto enggan berspekulasi. Pihaknya masih fokus menemukan identitas dan pengungkapan pelaku mutilasi.
 
”Kami tidak mau berspekulasi apapun soal itu. Yang jelas kami masih fokus untuk pencarian identitas korban dan pengungkapan pelaku," kata AKP Aldo Febrianto.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore