Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 April 2020 | 18.22 WIB

Banjir di Barito Utara Mulai Ganggu Aktivitas Ekonomi

Perahu kecil bermesin melintasi kawasan banjir perdagangan di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, pada Minggu (12/4). Kasriadi/Antara - Image

Perahu kecil bermesin melintasi kawasan banjir perdagangan di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, pada Minggu (12/4). Kasriadi/Antara

Jawa Pos.com–Banjir yang melanda Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, akibat meluapnya Sungai Barito terus meluas memasuki hari ketiga. Bahkan, kawasan perdagangan yang terendam banjir tidak bisa lagi dijangkau menggunakan kendaraan bermotor.

Di Muara Teweh, pada Minggu (12/4), banjir yang melanda kawasan perekonomian di Jalan Panglima Batur dan Jalan Sumbawa Muara Teweh sudah setinggi 1–1,5 meter yang membuat sejumlah kios, toko, hotel, dan perbankan tutup akibat terendam banjir serta akses transportasi menuju kawasan itu hanya bisa menggunakan angkutan jukung (perahu kecil dikayuh dan bermesin).

”Banjir cepat naik. Namun, kami masih sempat berkemas dan mengevakuasi barang jualan di toko kami ke lantai dua,” kata Dadang, seorang pedagang spare part motor seperti dilnasir dari Antara pada Minggu (12/4).

Sementara itu, beberapa ruas jalan dan permukiman penduduk yang ketinggian airnya terus bertambah di antaranya Jalan Sengaji Hilir dan Jalan Sengaji Hulu, Jalan Simpang Perwira, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Merak, Jalan Sengaji Hulu, Jalan Dahlia, Jalan Cempaka Putih dan Jalan Imam Bonjol dan sejumlah kawasan padat penduduk lain.

Sejumlah pemilik toko di Jalan Sengaji Hulu dan Sengaji Hilir terlihat mengamankan barang dagangannya baik sembako, bahan bangunan, eletronik, dan mesin generator ke lokasi yang jauh dari banjir.

Para pedagang Pasar Pendopo sejak pagi mulai memasang tanda lapak barang dagangan di Jalan Timor dan Jalan Tumenggung Surapati. Selain itu, pedagang sayuran sudah berjualan.

”Saya memasang tanda tempat lapak untuk berjualan, mungkin besok sudah pindah ke sini (Jalan Timor) karena tempat kami berjualan di kawasan water front city atau pinggiran Sungai Barito mulai banjir,” kata Mardi, seorang pedagang ayam potong Pasar Pendopo.

Selain kawasan pertokoan dan permukiman penduduk, banjir juga merendam sarana ibadah dan sekolah serta rumah warga lain, terutama yang berada di pinggiran sungai seperti sejumlah desa dan kelurahan di enam dari sembilan kecamatan antara lain Kecamatan Lahei, Lahei Barat, Teweh Tengah, Teweh Selatan, Teweh Baru, dan Montallat.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=oSYts6DPKU4

https://www.youtube.com/watch?v=o_SCI4y_UO0

https://www.youtube.com/watch?v=j21QVmwHGdk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore