Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2020 | 03.19 WIB

Korban Keracunan Ikan Tongkol Tikus di Jember Jadi 350 Orang

DARI JAWA TENGAH: Beberapa pikap pengangkut cumi- cumi saat melakukan bongkar muat di sekitar TPI Puger. (JUMAI/JAWA POS RADAR JEMBER) - Image

DARI JAWA TENGAH: Beberapa pikap pengangkut cumi- cumi saat melakukan bongkar muat di sekitar TPI Puger. (JUMAI/JAWA POS RADAR JEMBER)

JawaPos.com - Kejadian luar biasa (KLB) keracunan ikan jenis tongkol locok atau tongkol tikus yang dikonsumsi saat pergantian tahun di Jember terus bertambah. Dari data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Jember, setidaknya 350 orang menjadi korban keracunan tersebut.

Data itu dihimpun dari jumlah korban yang dirawat di puskesmas, klinik, dan rumah sakit di Jember. Namun, peningkatan jumlah kasus tersebut bukan peristiwa baru, melainkan korban yang baru dilaporkan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh dinas kesehatan.

Pada saat penyelidikan epidemiologi, petugas bertanya pada korban dan keluarganya siapa saja orang yang ikut mengonsumsi ikan tongkol. Selanjutnya, pencarian terhadap orang-orang yang menyantap ikan tidak bersisik itu dikembangkan. ’’Tujuan pengembangan kasus ini adalah memastikan kondisi orang yang mengonsumsi tongkol. Bila sakit, harus segera mendapat pertolongan,’’ kata Bupati Jember Faida dalam pernyataan yang dirilis Humas Pemkab Jember kemarin.

Kasus keracunan ikan itu juga membuat Muspika Puger melakukan sidak ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Sebab, tongkol yang dikonsumsi warga dalam pesta bakar ikan pada malam pergantian tahun berasal dari TPI tersebut.

Muspida mendatangi para pedagang ikan di sekitar TPI. Tujuannya, memastikan ikan yang dijual masih segar dan layak konsumsi. Saat muspida bertemu dengan petugas TPI dan UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger di kantor UPT TPI Puger, petugas saling melempar tanggung jawab. Padahal, TPI Puger kerap menjadi jujukan pengiriman ikan dari luar Jember. Hal itu tentu harus ada petugas yang mengecek kualitas ikan jenis apa pun yang dikirim menggunakan mobil boks.

Ternyata, dari hasil pengecekan itu, ikan yang dijual di TPI tidak hanya berasal dari nelayan setempat. Namun, ada yang berasal dari luar daerah. Di antaranya, Probolinggo, Situbondo, bahkan dari Pati, Jawa Tengah.

’’Ini kan seharusnya ada yang bertugas mengecek setiap mobil boks yang mengangkut ikan tersebut. Kalau perlu, setiap truk pengangkut ikan diambil buat sampelnya,’’ ujar Camat Puger Winardi dalam pertemuan kemarin (3/1).

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore