
Sejumlah pemuda dari Aliansi Mahasiswa Tulungagung (AMT) unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (8/8).
JawaPos.com–Sejumlah pemuda dari Aliansi Mahasiswa Tulungagung (AMT) menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (8/8). Para mahasiswa itu, menduga ada kejanggalan dalam pengusulan nama Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung oleh DPRD Tulungagung.
Koordinator Aksi Yusron Mustofa mengatakan, unjuk rasa itu sebagai wujud kekesalan terhadap DPRD Tulungagung yang selama ini terkesan sudah berbohong. Pasalnya, pihaknya sempat mengajukan audiensi kepada DPRD Tulungagung untuk membahas transparansi pengusulan nama Pj bupati. Namun, permintaan itu belum dikabulkan DPRD Tulungagung.
”Kami sudah lebih dahulu mengusulkan audiensi dalam pembahasan usul nama Pj bupati, tetapi ditolak, sehingga kami memilih menggelar aksi,” kata Yusron.
Yusron menduga ada kejanggalan pada proses usul nama Pj bupati. Sebab, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo diberi jatah untuk mengusulkan nama. Padahal masa jabatan sudah hampir habis dan seharusnya tidak perlu ikut campur dalam hal itu.
Selain itu, lanjut dia, kejanggalan juga terjadi lantaran dari fraksi PDIP dan fraksi di luar PDIP juga mengusulkan masing-masing nama. ”Seharusnya pengusulan itu transparan, setidaknya ada 10 nama yang mendaftar. Kemudian dilakukan seleksi hingga mengerucut menjadi 3 nama saja. Tapi ini tiba-tiba langsung ada 3 nama calon Pj bupati,” jelas Yusron.
Menurut Yusron, nama yang diusulkan sudah hampir purna tugas. Selain itu, ada 2 nama yang selama ini tidak ada di Tulungagung. Seperti Agus Kuncoro dan Jumadi yang selama ini keduanya tidak memiliki peran aktif di Tulungagung. Sehingga, mereka tidak mengetahui permasalahan di Tulungagung.
Selain itu, untuk Sekda Tulungagung Sukaji, Yusron mempertanyakan kenapa bisa nama itu yang diusulkan. Padahal Sekda akan memasuki masa purna tugas.
”Pengusulan nama Pj bupati ini seolah permainan kalangan elite saja, padahal tiga nama yang diusulkan sangat tidak representatif,” tegas Yusron.
Yusron menjelaskan, bersama teman-teman mahasiswa lain akan mengajukan permohonan keberatan ke Kemendagri. Selain itu, akan melaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia terkait kejanggalan dalam mekanisme proses pengusulan nama tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
