Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 November 2019 | 22.51 WIB

Kondisi Membaik, Kembar Siam Akila-Azila Akhirnya Sudah Boleh Pulang

KOORDINASI: Dokter Agus Harianto (kiri) mendampingi Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) menjenguk Akila dan Azila kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

KOORDINASI: Dokter Agus Harianto (kiri) mendampingi Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) menjenguk Akila dan Azila kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Akila dan Azila akhirnya sudah bisa dibawa pulang ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi kesehatan dan fisik mereka semakin membaik setelah operasi pemisahan pada Agustus 2019.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono menyerahkan Akila dan Azila kepada istri Wali Kota yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Sri Lestari, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya pada Jumat (15/11). Pada acara simbolis pemulangan Akila dan Azila itu Heru menyampaikan terima kasih kepada tim dokter RSUD Dr Soetomo yang menangani Akila dan Azila dengan baik sejak operasi pemisahan hingga pemulangan.

Sebelum operasi, Akila dan Azila merupakan bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracobdomino). "Sesuai arahan ibu gubernur Jatim, setelah dioperasi Akila dan Azila harus tetap dirawat karena proses penyembuhan cukup lama," katanya.

USIA 17 BULAN: Akila-Azila tertidur pulas kemarin (7/8). Mereka berdua dalam kondisi sehat dan siap menjalani operasi pemisahan. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Akila-Azila tertidur saat belum menjalani operasi pemisahan. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Dia pun berharap Pemerintah Kota Kendari memberikan perhatian khusus kepada Akila dan Azila setelah mereka kembali ke kampung halaman. "Mudah-mudahan ibu wali kota Kendari bisa memberikan perhatian khusus, agar tumbuh kembang kedua bayi maksimal. Sekali lagi harus bersih," katanya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya Dr Joni Wahyuhadi menjelaskan bahwa Akila dan Azila berdasarkan indikasi medis dan klinis sudah bisa dipulangkan. "Nanti kami terus monitor dan membuka komunikasi 24 jam," katanya seraya menambahkan bahwa gangguan pada perut Azila perlu diperhatikan.

Azila tidak mempunyai otot perut (musculus rectus abdominis), sehingga susah buang air besar. "Tapi ibunya sudah pandai, dan dokter di sana sudah kontak sehingga bisa dilakukan sendiri dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Joni.

Selain itu, dia melanjutkan, Azila masih berusia 1,6 tahun jadi masih ada kemungkinan otot perutnya tumbuh sampai umur 18 tahun.

Ayah Akila dan Azila, Jayasrin, berterima kasih tim RSUD Dr Soetomo yang telah secara maksimal membantu anaknya. "Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada tim dokter RSUD Dr Soetomo. Rasanya masih mimpi karena tiga bulan yang lalu, kami masih melihat bayi yang masih dempet," ujarnya.

Dia bercerita, sebelum dipisahkan, kedua anaknya tidak bisa tertawa lepas, namun setelah dipisahkan kedua anaknya terlihat sangat ceria dan tertawa lepas. "Saya bersyukur akhirnya boleh pulang. Karena ini sudah saya nantikan bersama keluarga," tuturnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore