Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2019 | 21.13 WIB

Ribut Soal Gambar Porno di WAG, Yusuf Dikeroyok Hingga Luka Parah

Ilustrasi penganiayaan mengunakan senjata tajam. (Pixabay) - Image

Ilustrasi penganiayaan mengunakan senjata tajam. (Pixabay)

JawaPos.com - Jajaran Unit Reskrim Polsek Lubukbaja mengamankan, Bentar, 21, dan Elmi Saputra, 21, pelaku pengeroyokan dan penikaman terhadap Yusuf Taqwin di kawasan Jalan Raden Patah. Keduanya ditangkap di kawasan Tanjunguma, Rabu (23/10) malam tanpa perlawanan.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan, penikaman ini bermula dari korban dan dua pelaku yang tergabung di dalam grup WhatsApp. Pada Selasa malam, terjadi percekcokan antara pelaku dan korban di dalam grup tersebut karena korban mengirimkan gambar porno ke grup WhatsApp tersebut.

"Setelah mengirimkan gambar itu, kemudian pelaku tidak terima dan terjadi penganiayaan hingga penikaman di belakang Kantor PKB, Jalan Raden Patah," ujar Yunita seperti dikutip Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (25/10).

Dalam kejadian itu, korban mengalami tiga luka tusukan di bagian punggung dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Sementara kedua pelaku langsung meninggalkan korban yang telah berdarah. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan ini, langsung mengamankan pelaku kurang dari 12 jam.

"Kejadiannya itu sekitar pukul 09.00 pagi dan pelaku kita amankan pada malamnya sekitar pukul 08.00 WIB. Usai diamankan, langsung kami bawa ke polsek untuk diproses," tuturnya.

Yunita mengatakan, kedua pelaku dikenakan pasal 170 KUH Pidana tentang pengeroyokan hingga mengalami luka berat dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Salah satu pelaku, Bentar yang ditemui di Polsek Lubukbaja mengaku tidak terima karena Yusuf mengirimkan gambar porno ke grup tersebut. Sehingga, mereka terlibat cekcok dengan korban dan meminta admin grup WhatsApp untuk mengeluarkan korban dari dalam grup.

"Setelah itu, korban dikeluarkan dan Elmi tanya sama saya, siapa yang mengirimkan gambar itu," ujar Bentar.

Percakapan antara Bentar dan Elmi terus berlanjut hingga Elmi mengirimkan pesan WhatsApp kepada Bentar bahwa ia akan menusuk korban. Saat itu, Bentar hanya menanggapinya sebagai candaan dan mengirimkan tangkapan layar percakapannya dengan Elmi ke dalam grup sebagai guyonan.

"Dalam grup itu masih ada temannya korban hingga sampai ke korban dan mengajak jumpa. Pas jumpa itu dikeroyok dan korban ditikam sama Elmi dipunggung sebanyak tiga kali," tuturnya.

Sementara itu, Elmi mengaku pada saat itu tersulut emosi atas gambar pornografi yang dikirimkan oleh korban hingga timbul niat untuk menikam korban. "Saya khilaf. Pisaunya itu pisau dapur yang saya bawa dari rumah," ujarnya singkat.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore