
Wali Kota Tri Rismaharini meninjau sumur jobong di Kampung Pandean Gang I, Sabtu (18/5). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemkot terus melancarkan rencana untuk menjadikan Kawasan Peneleh sebagai wisata heritage. Pencarian riwayat kampung tersebut mulai dilakukan pemkot. Salah satunya terkait dengan uji ilmiah penemuan benda dan artefak yang ditemukan di area itu. Pengujian tersebut dilakukan sebagai langkah awal penyusunan cerita riwayat Kampung Peneleh dari masa ke masa.
Sebelumnya, Wali Kota Tri Rismaharini berkunjung di kawasan itu pada Sabtu (18/5) untuk melihat beberapa temuan benda bersejarah. Risma juga meminta agar ada pendataan dan penelitian lengkap di Peneleh.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Musdiq Ali Suhudi menyatakan, saat ini pihaknya mengumpulkan dan mengarsipkan berbagai temuan. Salah satunya adalah temuan tulang belulang saat penggalian saluran. "Hari ini (kemarin, Red) kami kirimkan temuan itu ke bagian Antropologi Universitas Airlangga," tuturnya. Tulang belulang tersebut dikirim untuk mengetahui umur tulang. Selain tulang, temuan berupa tembikar akan disampaikan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk diteliti lebih lanjut.
Pelibatan tenaga ahli tersebut bertujuan memastikan asal usul temuan. Karena itu, dalam penyusunan narasi sejarah, dispusip tidak akan keliru. Rencananya, untuk narasi, dispusip melibatkan beberapa sejarawan dari berbagai kampus di Surabaya dan komunitas.
Dispusip telah melakukan pengkajian dan pencatatan di kawasan Peneleh sejak tahun lalu. Dari situ, sudah ada beberapa temuan yang tercatat.
Dari berbagai temuan tersebut, Musdiq menyatakan, sejarah Peneleh terbentang panjang. Mulai zaman Hindu Buddha, Islam, masa kolonial, hingga masa kemerdekaan. "Bentangan sejarahnya panjang, untuk itu butuh banyak kajian," ucapnya.
Selain menarasikan temuan, pemkot akan melakukan pendataan beberapa bangunan. Yang nanti ditetapkan sebagai cagar budaya. Pendataan itu menjadi kewenangan disbudpar.
Ketua Komunitas Laskar Soeroboyo Mochamad Saiful mengapresiasi langkah pemkot untuk segera menetapkan kawasan Peneleh sebagai warisan sejarah. Sebab, di area tersebut memang tersebar banyak artefak yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Dia menyatakan, saat komunitasnya melakukan blusukan di area itu, banyak temuan yang cukup menarik. Salah satunya berada di salah satu rumah yang konon pernah ditinggali ajudan Presiden pertama Ir Soekarno. "Bahkan, ada lukisan peninggalan Bung Karno juga," tuturnya.
Di area tersebut juga banyak bangunan era kolonial yang kondisinya masih baik. Terutama di RW 15/RT 1, Kelurahan Peneleh. Dia meyakini, jika dikonsep secara baik oleh pemkot, kawasan itu akan menjadi salah satu destinasi potensial sejarah di Kota Surabaya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
