Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Mei 2019 | 23.22 WIB

Bangun Museum Pendidikan Di Eks Sekolah Taman Siswa Genteng Kali

Bangunan cagar budaya yang pernah menjadi tempat pendidikan Sekolah Taman Siswa ini segera dipugar tahun ini. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

Bangunan cagar budaya yang pernah menjadi tempat pendidikan Sekolah Taman Siswa ini segera dipugar tahun ini. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemkot berencana membangun museum baru di Jalan Genteng Kali tahun ini. Tema museum yang menempati bekas gedung Sekolah Taman Siswa itu akan dibuat khusus. Yakni, museum pendidikan.

Persiapan pembangunan museum tersebut dimulai kemarin (7/5). Dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) telah membersihkan belukar dan ranting pohon yang memenuhi bangunan peninggalan kolonial itu.

"Sampahnya banyak. Sampai diangkut 5 truk," terang Kabid Kebersihan DKRTH Agus Hebi D.J. Selain ranting pohon, gragal dan tempat sampah rumah tangga sempat memenuhi kompleks bangunan.

Setidaknya ada tiga bangunan di kompleks Sekolah Taman Siswa tersebut. Bangunan utama masih berdiri kukuh dengan arsitektur khas kolonial. Yakni, berupa tiang besi yang menjulang tinggi dengan pintu kupu tarung.

Tembok gedung utama di sisi timur juga masih utuh. Namun, genting sebagai penutup atap terlihat sudah melorot. Sementara itu, bangunan kecil di sisi barat telah roboh.

Supri, salah seorang jukir yang bekerja di area kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa bangunan sekolah itu sudah tidak digunakan selama 2004-2005. Bukti tersebut terlihat dari pajangan foto presiden saat itu Megawati Soekarnoputri dan wakil presiden Hamzah Haz.

"Sejak tahun itu, sekolah tidak digunakan lagi," ungkapnya. Kini tanah lapang yang dulu digunakan sebagai tempat upacara siswa dialihfungsikan sebagai tempat parkir mobil.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Maria Theresia Ekawati Rahayu membenarkan rencana lahan 1.452 meter persegi itu dipakai museum.

Rencananya, museum tersebut dibangun mulai tahun ini. Tepatnya setelah pembersihan bangunan rampung. Mengenai konsep yang dibuat, Yayuk -sapaan akrab Maria Theresia Ekawati Rahayu- meminta Jawa Pos untuk bertanya ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya.

Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Adrian Perkasa mengapresiasi upaya pemkot dalam membangun museum pendidikan tersebut. Menurut dia, konsep museum dengan tema tertentu sangat penting jika dibandingkan dengan sekadar menjadi tempat koleksi benda peninggalan masa lalu.

Mengenai pembangunan museum itu, dia berharap melibatkan seluruh pihak. Termasuk para guru untuk membantu penyusunan sekaligus menghidupkan museum dengan kunjungan bersama siswa.

Adrian mengungkapkan, konsep Museum Sepuluh Nopember di Tugu Pahlawan bisa menjadi salah satu contoh pengembangan wisata museum. Sebab, konsep di museum tersebut dibuat bertema.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore