
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani Tami di Jayapura, Provinsi Papua
JawaPos.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, perkembangan permukiman yang pesat di kaki pegunungan Cycloop mengakibatkan terjadinya banjir bandang. Banjir tersebut membawa material batu, pasir, dan kayu log dan membentuk aliran air baru di luar alur sungai yang melintasi Kabupaten Jayapura, Papua.
Bencana banjir bandang terjadi pada 16 Maret 2019 lalu itu utamanya ada di empat lokasi, yakni Doyo Baru, Kemiri, Daerah Sosial, dan Dobokuro. Setidaknya, 105 orang meninggal dunia akibat musibah itu.
“(Penanganan) Tahap awal kami akan melakukan dua langkah, yakni mengembalikan aliran air ke badan-badan sungai hingga ke danau serta membuat bangunan penahan material seperti sabo dam sehingga tidak membahayakan daerah hilir," jelas Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (3/4).
Adapun, dia akan juga akan melibatkan para ahli untuk menangani banjir Sentani. Mereka akan ditugaskan untuk melakukan analisis mengenai fenomena flash flood atau banjir bandang.
Sementara itu, rumah-rumah penduduk yang rusak akibat banjir yang berada di sekitar Sungai Dobokurung, Sungai Kemiri, dan permukiman penduduk yang berada pada kawasan rawan bencana perlu direlokasi.
“Tata ruang di Sentani juga akan ditinjau kembali karena beberapa permukiman berada di kawasan rentan bencana," kata Basuki.
Selain itu, Ditjen Sumber Daya Air-Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua melakukan upaya untuk menormalisasi sungai-sungai, memperbaiki Intake Air Baku meliputi Intake Pos 7, Kemiri, Gunung Merah, Kampwolker, dan Kojabu.
Menteri Basuki juga meninjau jembatan yang tergerus banjir yang lokasinya tidak jauh dari Venue PON XX tahun 2020. Oleh karenanya untuk mencegah kerusakan akibat banjir akan dilakukan pembangunan sudetan sepanjang 800 meter ke Sungai Makanwai Kampung Harapan sebagai pengendal banjir kawasan Venue PON.
Pada masa penanganan darurat, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura Ditjen Bina Marga memobilisasi alat berat sebanyak 16 ekskavator dan 30 dump truck dengan melakukan pembersihan pada ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 2 km yang tertutup lumpur dan pohon tumbang.
Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga telah melakukan pendistribusian prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi ke lokasi terdampak. Dalam kunjungannya, Menteri Basuki juga meninjau dua mata air yakni Klambat dan Telaga Moyo di Sentani yang digunakan sebagai sumber air para pengungsi.
Dalam upaya meningkatkan sinergi antarpihak, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan tentang pemulihan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani Tami oleh 16 pihak, baik dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan maupun organisasi masyarakat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
