
ATRAKSI: Tim Aerobatik Jupiter (JAT) TNI AU melakukan atraksi di langit Pekanbaru, Riau, Minggu (31/3).
JawaPos.com - Dalam rangka pelaksanaan Bulan Dirgantara, tim Aerobatik Jupiter atau Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU melakukan berbagai atraksi di langit Pekanbaru, Riau, Minggu (31/3). Sejumlah atraksi yang dilakukan pun membuat decak kagum masyarakat Pekanbaru yang hadir di Lanud Roesmin Nurjadin.
Pimpinan JAT Letkol Pnb Marcellinus mengatakan, atraksi ini dilakukan setelah timnya berhasil membawa nama baik bangsa Indonesia di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2019, Malaysia, beberapa waktu lalu. Ada sekitar 12 formasi yang ditampilkan oleh para pilot profesional tersebut.
"Formasi yang ditampilkan ini, merupakan beberapa dari formasi yang digunakan JAT di LIMA 2017, Malaysia pada 26-30 Maret lalu. Seperti demikian Novian, adalah Roll Slide, Hard, Crosster, Box Provision, Barrier Roll Formation, Tactical dan lainnya," sebutnya.
Tampak JAT yang seluruhnya ada 6 pesawat KT-1B Wong Bee buatan Korea Selatan itu, menari-nari di langit Biru yang cerah. Ada sekitar 20 menit para awak menerbangkan burung besi tersebut.
Atraksi dimulai saat enam pesawat KT-1B Wong Bee yang tiba beriringan dari arah utara. Kemudian dua pesawat lainnya berpencar ke sisi kiri dan kanan. Kedua pesawat itu memulai atraksi seperti terbang dari arah berlawanan dengan jarak yang cukup dekat satu dengan lainnya.
Atraksi terus berlanjut seperti dua pesawat terbang dengan posisi atas dan bawah beriringan namun satu pesawat di atas terbang secara terbalik. Seluruh mata tertuju ke atas, mulai dari yang kecil hingga yang tua. Meski suara pesawat yang cukup lantang, tapi mereka tak menghiraukan.
Salah seorang penerbang JAT asal Pekanbaru Mayor Pnb Ferdian Corbie Habibi, merasa sangat bangga dapat menampilkan keahlian terbaiknya di kota asalnya sendiri. Dia mengaku, penampilan kali ini sangat spesial, karena kemungkinan besar menjadi yang terakhir menari-nari di langit Pekanbaru.
"Dari 2015 masuk tim dan berangan-angan tampil di Pekanbaru dan hari ini saya ada di tim. Sebentar lagi akan meninggalkan tim. Alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik untuk warga Pekanbaru. Saya bangga sebagai anak Pekanbaru," ungkapnya.
Habibi berharap di masa mendatang ada generasi muda yang dapat berkiprah dan menjadi pilot handal bertaraf internasional yang menggantikannya.
Salah seorang warga yang melihat atraksi TNI AU, Khairul Amri, 38, mengaku terkesima dengan sajian yang ditampilkan. Ia bersama istri dan 4 orang anaknya yang masih kecil sengaja menyambangi Lanud Roesmin Nurjadi untuk melihat atraksi yang disajikan.
Sebab, tak setiap hari mereka bisa masuk sembarangan ke markas TNI Angkata Udara. "Pengen foto-foto juga. Sekalian ingin melihatkan secara langsung ke anak-anak saya bagaimana bentuk pesawat yang asli. Mereka senang sekali melihatnya," kata pria yang biasa disapa Ari itu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
