Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Desember 2018 | 12.30 WIB

Natalan, Ibu-ibu Berhijab Ngumpul di Rumah Pendeta Eka

NATAL: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjend M. Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Jateng Sri Puryono beserta Forkopimda dan FKUB Jawa Tengah menyambangi kediaman Pendeta Eka Laksa. - Image

NATAL: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjend M. Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Jateng Sri Puryono beserta Forkopimda dan FKUB Jawa Tengah menyambangi kediaman Pendeta Eka Laksa.

JawaPos.com - Pemandangan adem terlihat saat seisi kampung di RT 07 RW 01 Kelurahan Bangetayu Wetan, Kota Semarang, merayakan Natal tahun ini. Permukiman yang berada di bagian timur Kota Lumpia itu seakan menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama belumlah padam.


Di sana, sebuah acara silaturahmi sederhana digelar untuk menyemarakkan Natal tahun ini, tepatnya di rumah Pendeta Eka Laksa. Disediakan berbagai macam jamuan lengkap dengan kursi-kursi untuk tamu. Menjadi menarik kala yang menyiapkan adalah ibu-ibu serta para pemuda yang notabene bukan beragama Nasrani maupun berasal dari Jawa Tengah. 


Perempuan-perempuan berhijab melebur di kegiatan tersebut. Salah satunya, Primawanti. Dia bersama ibu-ibu pengajian kampung tersebut bahu-membahu membantu Pendeta Eka Laksa menyiapkan perayaan Natal di sana. Sembari mereka memasak, ada pula para pria berpeci menata lokasi.


"Karena saudara jadi harus bantu, kami bukan saudara kandung. Karena tetangga kan akhirnya jadi saudara. Bahkan kami manggil beliau (Pendeta Eka Laksa) tidak pernah dengan sebutan nama, tapi Pakdhe sama Budhe," akunya. 


Suasana macam ini, diakui Primawanti, bukanlah hal yang asing. Sudah belasan tahun hal tersebut diamalkan warga Bangetayu tanpa memandang latar belakang agama maupun daerah asal. Intinya adalah semangat persaudaraan lebih utama.


"Saat halal bi halal setelah Idul Fitri, kami kebingungan tempat untuk ngumpul, akhirnya Pakdhe menawarkan kediamannya. Ya ok saja," katanya. Ia pun memastikan bahwa acara macam ini tak terjadi saat upacara atau perayaan keagamaan saja.


Sebagaimana perayaan Natal tahun-tahun sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjend M. Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Jateng Sri Puryono, beserta Forkopimda, dan FKUB Jawa Tengah melakukan anjangsana ke kediaman pemuka agama Katolik dan Kristen. Kediaman Pendeta Eka Laksa pun tak luput mereka sambangi.


"Ada yang menarik di kampung ini, Bangetayu kalau dibalik ayu banget. Ada kecantikan di sini tidak hanya nama kampungnya tapi ada harmoni di kampung. Sementara Pak Uskup (Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko di Keuskupan Agung Semarang) tadi ngasih hidangan, pasugatane mbanyu mili. Bakso, sego liwet, salad, dan jajan pasar," katanya.


Mahalnya bukan main. Itulah kesan Ganjar terhadap suasana guyub macam ini. Mengingatkannya pada sebuah ungkapan Jawa berbunyi crah agawe bubrah rukun agawe santoso. Berarti perselisihan itu hanya melahirkan kerusakan, sedangakan berdamai menciptakan kemuliaan.


Para pemuda bermain seni untuk persaudaraan, ibu-ibu memasak dan menyajikan untuk keharmonisan. Sebuah bukti akan Bhinneka Tunggal Ika di Jawa Tengah.


"Inilah tradisi untuk merawat Bhinneka Tunggal Ika yang terus kita dengungkan dari Jawa Tengah. Inilah suasana yang mesti kita rawat terus-menerus. Bahwa praktik Pancasila, nilai-nilai Pancasila praktik Bhinneka Tunggal Ika itu berjalan di sini. Faktanya ada, buktinya ada, orang semua bisa melihat secara visual dan inilah yang mesti kita tularkan ke tempat lain," cetusnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore