
KRL relasi Jatinegara-Bogor dengan nomor KA 1722 anjlok dan terguling di dekat pintu lintasan kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
JawaPos.com - Kepanikan terjadi dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) relasi Jatinegara-Bogor dengan nomor KA 1722 kemarin (10/3). Sekitar pukul 10.15, tiba-tiba gerbong oleng, lalu keluar rel. Tiga di antara delapan gerbong dalam rangkaian KRL tersebut anjlok dan terguling.
Insiden itu terjadi dalam perjalanan menuju Cilebut setelah kereta melewati Warung Jambu. Tepatnya di dekat pintu lintasan kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Jarak dari lokasi kejadian hingga Stasiun Bogor sekitar 4,7 km.
Hingga pukul 22.30 tadi malam, dua di antara tiga gerbong yang anjlok sudah berhasil diangkat ke rel. Evakuasi satu gerbong lagi terhambat kabel dari tiang listrik yang menimpa gerbong. Sementara itu, lima gerbong yang tidak terguling telah selesai ditarik ke Stasiun Cilebut.
Proses evakuasi cukup cepat lantaran kereta penolong bersama crane telah tiba di lokasi pukul 17.54. Kereta yang sudah bisa diangkat selanjutnya dibawa ke Stasiun Cilebut. "Diharapkan, besok (hari ini, Red) operasi KRL dapat kembali berjalan dengan normal," ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.
Mengenai penyebab anjloknya kereta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa hal itu masih diidentifikasi. Namun, dia meminta proses penyelidikan dilakukan dengan cepat untuk mengetahui dugaan awal.
Mantan direktur utama Angkasa Pura II tersebut kemarin juga meninjau lokasi anjloknya KRL KA 1722. Budi juga mengunjungi RS Salak untuk menemui korban. "Tadi (kemarin, Red) saya bicara dengan dokter Sarah (dokter RS Salak, Red). Dokter menyampaikan, tidak ada luka yang parah. Bahkan, sudah ada yang pulang," jelasnya.
Saat kunjungannya itu, Budi belum bisa menemui masinis yang bernama Yakub Agung. Sebab, menurut keterangan yang dia peroleh, masinis masih mengalami trauma dan belum bisa diajak bicara.
Evakuasi Korban
Lili Septiani, seorang penumpang KRL yang nahas itu, menuturkan, anjloknya kereta begitu cepat. ''Enggak ada peringatan apa-apa. Tiba-tiba, kereta langsung terguling. Ketika itu semua orang merosot ke bawah. Saling tumpuk,'' katanya.
Saat kejadian, Lili berada di gerbong paling depan. Berdekatan dengan masinis. Ada tiga gerbong yang terguling. Gerbong pertama, kedua, dan ketiga. Sebelum kereta terguling, warga Tangerang yang bekerja di Bogor itu awalnya berada di gerbong wanita bagian belakang. Lili memilih pindah ke gerbong wanita paling depan ketika kereta berhenti sementara di Stasiun Cilebut. Mayoritas penumpang melakukan itu agar tidak berjalan jauh ketika tiba di Stasiun Bogor.
''Sebelum anjlok, memang ada bunyi keras. Lalu, tiba-tiba lampu padam. Gerbong kereta kemudian miring ke kiri,'' imbuhnya.
Dia kebetulan duduk di sisi kanan kereta. Lantaran tidak bisa menjaga keseimbangan, Lili dan penumpang di sebelahnya limbung dan terjatuh ke sisi kiri kereta.
Insiden anjloknya KRL nomor KA 1722 tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka. VP Communication PT KCI Eva Chairunisa mengungkapkan, tercatat ada 19 korban. Kebanyakan korban mengalami luka ringan karena terkena benturan. "Tapi berangsur berkurang karena ada yang sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit," terang Eva saat ditemui di lokasi kejadian.
Hingga pukul 19.00 WIB, tercatat ada dua pengguna jasa yang masih dalam perawatan di RS Salak Bogor dan RS Suyoto Bintaro. "Keduanya Lilis Septiani dan Shafa Mutia," katanya.
Eva menjelaskan, selain evakuasi gerbong, pihaknya melakukan perbaikan prasarana perkeretaapian seperti jaringan kabel listrik aliran atas (LAA), jalur rel, dan penggantian tiang LAA. Perbaikan tersebut terus dikebut hingga tadi malam. ''Ditargetkan, perjalanan KRL dapat kembali normal pada Senin, 11 Maret 2019,'' katanya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
