
Tim BBKSDA Riau bersama dengan polisi melakukan sosialisasi kepada warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Riau, Selasa (5/3).
JawaPos.com - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah melakukan pengukuran titik koordinat pada lokasi diterkamnya Mardian oleh Harimau Sumatera. Hasilnya, lokasi itu memang memasuki kawasan lanskap Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.
Disana memang merupakan kantong harimau atau habitat satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrae tersebut."Enam anggota tim rescue bersama dengan kepolisian di sana sudah melakukan pengecekan dan investigasi ke lokasi diserangnya warga oleh harimau. Setelah dihitung, titik koordinat kawasan hutan masuk dalam lanskap SM Kerumutan bagian Timur," ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Selasa (5/3).
Perjalanan dimulai tim rescue yang berjumlah 6 orang ini dari Desa Pungkat ke lokasi yang ditempuh sekitar 5 jam. Mereka menggunakan jalur darat dengan menumpangi kendaraan roda dua melalui parit 3 Desa Simpang Gaung kemudian ke Desa Sungai Rawa.
"Sampai di parit tiga tim tidak dapat melanjutkan perjalanan lewat darat dan hanya bisa dengan perahu. Tapi karena air sungai dangkal maka akses perairan tak dapat dilalui," sebutnya.
Tim kemudian mengambil titik koordinat di dalam kawasan hutan yang diperkirakan jarak ke lokasi sekitar 15 hingga 20 kilometer. Sedangkan jarak dari lokasi kejadian ke pemukiman penduduk masih jauh atau diperkirakan sekitar 25 sampai 30 kilometer.
"Dari hasil pengecekan tim di lapangan, TKP serangan Harimau Sumatera terhadap Mardian tersebut adalah memang kawasan habitat Harimau Sumatera," kata dia.
Kawasan itu memang tempat bermukimnya si Datuk. Setelah mengetahui hal itu, tim kembali ke pemukiman warga. Di sini, tim berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Tim pencerahan kepada masyarakat agar tidak terulang lagi konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi undang undang tersebut. Dalam sosialisasi juga turut hadir keluarga korban dan saksi dari Mardian yang menjadi korban serangan Harimau Sumatera," sebutnya.
Adapun imbauan yang disampaikan yaitu, agar masyarakat tidak melakukan tebang liar atau illegal loging di dalam hutan itu lagi. "Karena tempat terjadinya serangan itu masuk dalam habitat harimau. Makanya diimbau masyarakat untuk tidak melakukan penebangan liar di sana. Itu demi keselamatan mereka juga," pungkasnya.
Seperti diketahui, insiden nahas itu terjadi ketika Mardian yang merupakan warga Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, ini sedang menggesek kayu di dalam hutan, Sabtu (2/3) siang. Jarak lokasi tersebut cukup jauh dari pemukiman. Saat itu, tanpa disadari korban, muncul seekor Harimau Sumatera yang tiba-tiba menerkamnya.
Mardian berteriak minta tolong kepada 2 temannya yaitu Ujang dan Nahar. Mereka berusaha menolong korban. Korban saat itu juga sempat bergelut dengan si Kucing Belang.
Dia menendang harimau itu hingga akhirnya si Raja Rimba melepaskan terkamannya dan kembali ke dalam hutan. Akibatnya, Mardian mengalami luka robek di kepala dan punggung.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
