
Ribuan umat Hindu melakukan upacara Melasti di Pantai Balekambang, Senin (4/3).
JawaPos.com- Ribuan umat Hindu dari Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, dan Blitar berbondong-bondong mendatangi Pantai Balekambang di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Senin (4/3). Mereka melaksanakan upacara Melasti atau upacara Jalan Dipuja.
Mereka mengenakan pakaian bernuansa putih, kuning, dan biru. Sebagian dari mereka ada yang menenteng gulungan sesaji. Mereka melakukan ritual Jalanidhi Puja atau Melasti untuk menyambut datangnya Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 yang jatuh pada Kamis mendatang (7/3).
Bagi umat Hindu, ritual ini merupakan cara membersihkan diri menyambut Tahun Baru Saka. Pada rangkaian ritual tersebut juga dilaksanakan larung jolan atau sesaji ke laut. Sesaji tersebut berisi hasil bumi dan beberapa hewan ternak yang menyimbolkan penyucian harta yang telah diperoleh sebelumnya. Ritual itu sebagai harapan untuk mendapat rezeki yang penuh berkah pada tahun berikutnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang Sutomo Adiwijoyo mengatakan, upacara ini sama seperti upacara Melasti yang digelar di Bali. Hanya saja, di Kabupaten Malang lebih dikenal dengan Jalan Dipuja.
Dia menjelaskan, upacara ini digelar pada panglung ke-13 yang diyakini oleh umat Hindu sebagai hari yang baik. "Bagi umat Hindu, Jalan Dipuja merupakan cara untuk membersihkan diri dalam menyambut Tahun Baru Saka," jelasnya.
Selain melarung jolan, dalam ritual ini para pemangku agama juga membersihkan simbol-simbol pura yang akan digunakan kembali dalam rangkaian kegiatan ibadah Nyepi selanjutnya. "Jadi semua alat ini nanti sudah dalam keadaan bersih dan suci," terang Tomo.
Nantinya, setelah pelaksanaan upacara ini, umat Hindu masih akan melakukan ibadah Tawur Agung yang dilaksanakan pada tanggal 6 Maret mendatang. Kemudian pada tanggal 7 Maret akan digelar Nyepi. "Kemudian sebagai puncaknya kami akan melaksanakan Ngendak Geni pada tanggal 8 Maret," lanjutnya.
Dia mengungkapkan, pada kesempatan ini para pemangku agama Hindu juga berpesan agar umat Hindu turut berperan dalam menyukseskan pesta demokrasi yang akan digelar pada 17 April mendatang. "Sebagai bentuk pengabdian Dharma Negara, jangan sampai ada Umat Hindu yang golput saat pemilu mendatang. Kami ini orang Indonesia yang beragama Hindu, bukan umat Hindu yang tinggal di Indonesia," tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menambahkan, selain terkandung nilai keagamaan, upacara keagamaan seperti Jalan Dipuja merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Malang. "Acara seperti ini adalah salah satu cara untuk mendatangkan pengunjung, utamanya yang berasal dari luar Malang," ujarnya.
Dia mengungkapkan, di Pantai Balekambang masih terdapat banyak potensi yang harus ditingkatkan. Salah satunya terkait keramahan masyarakat dan kenyamanan pengunjung. "Agar wisatawan betah berlama-lama dan kembali lagi kesini," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
