
Komandan Guspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Irvansyah, saat menjelaskan kronologi pengamanan empat kapal ikan asing yang dihadang oleh dua kapal pengawas Vietnam.
JawaPos.com - Komandan Guspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Irvansyah mengapresiasi keberhasilan KRI Bung Tomo-357 mengamankan empat kapal ikan berbendera Vietnam. Apresiasi itu dilakukan, karena prajurit TNI AL yang mengamankan keempat kapal sempat mendapat perlawanan dari dua kapal pengawas asal Vietnam yang bermanuver membahayakan di tengah proses pengawalan menuju dermaga Lanal Batam.
"Jadi ada dua kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance yang mengikuti konvoi KRI TOM-357 dan empat kapal ikan asing ini. Untungnya kita tidak terprovokasi, sehingga mampu menguasai keadaan," kata Irvansyah ketika ditemui di dermaga Lanal Batam, Jumat (1/3).
Irvansyah melanjutkan, dalam prosesnya KRI Bung Tomo-357 sudah mendapat perlawanan ketika akan mengamankan kapal-kapal asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia yang berbatasan dengan Vietnam ini. Ada kapal yang mencoba menghindar dengan cara membakar bagian buritan kapal, ada juga yang lari ke perairan negara mereka.
Adapun kronologis pengahadangan yang dilakukan dua kapal pengawas ini, bermula setelah KRI Bung Tomo-358 berhasil mengamankan empat dari sembilan kapal yang terdeteksi pada posisi 06º 12,00’ U - 106º 25,50’ T, pada Minggu (24/2) pagi.
Pada pukul 09.00 WIB, KRI Bung Tomo-357 mendeteksi kontak radar pada baringan 015 jarak 7,5 NM. Tertera pada AIS kontak tersebut adalah kapal KIEM NGU 214263 (KN-263) yang bergerak mendekat dengan kecepatan 10 knot. KN-263 menyampaikan berita via Radio VHF Marine Band Ch.16 secara berulang-ulang yang meminta agar keempat kapal ikan yang diamankan tersebut dilepaskan.
KN-263 dan KN-214 ini terus melaksanakan manuver yang membahayakan dan bersifat provokatif terhadap konvoi ini. Kapal ini memotong haluan kapal ikan dan KRI Bung Tomo-357 secara ekstrim.
"Kita berkomunikasi dan memberikan peringatan terhadap KN-263 agar segera meninggalkan wilayah perairan Indonesia. Namun tidak diindahkan," jelas Irvansyah.
Karena telah diperingati, KRI Bung Tomo-357 akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan. Hal ini dilakukan untuk menghalau kapal pengawas tersebut. Karena tetap tidak diindahkan, tembakan peringatan kembali dilakukan ke udara.
Setelah itu, dua tembakan lagi dilepaskan mendekati bagian depan kapal pengawas ini. Akhirnya kapal ini berhenti dan mematikan mesin kapal mereka. "Kemudian komandan KRI Bung Tomo-357 memberi peringatan keras, jika tidak segera meninggalkan perairan Indonesia, akan ditindak tegas. Meriam sudah diarahkan ke kedua kapal tersebut," bebernya.
Akhirnya pada sekitar pukul 11.50 WIB, kedua kapal ini berputar haluan meninggalkan konvoi yang membawa empat kapal ikan Vietnam ke dermaga Lanal Batam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
