Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Desember 2018 | 20.10 WIB

Surabaya Membara Berujung Petaka

Petugas mengevakuasi lima orang yang jatuh dari atas viaduk rel Jalan Pahlawan saat Surabaya Membara. - Image

Petugas mengevakuasi lima orang yang jatuh dari atas viaduk rel Jalan Pahlawan saat Surabaya Membara.

JawaPos.com - Tragedi berdarah terjadi menjelang peringatan Hari Pahlawan. Tepatnya pada 9 November lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Kala itu digelar drama teatrikal Surabaya Membara di Tugu Pahlawan, Surabaya.


Ribuan orang datang untuk menonton pementasan. Mereka berjubel di depan panggung hingga berada di viaduk dekat Tugu Pahlawan yang menjadi jalur kereta api. Pada waktu yang bersamaan, melintas KRD nomor lokomotif 446 dengan rute Sidoarjo-Stasiun Pasar Turi.


Penonton yang berada di viaduk kocar-kacir saat kereta melintas. Ada yang terjatuh dan ada pula yang terlindas kereta. Total ada 18 korban dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, 2 korban tewas dan 16 korban luka-luka.


Petugas medis dan beberapa polisi yang berada di lokasi langsung meberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban. Sekitar setengah jam kemudian, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mendatangi lokasi kejadian.


Rudi langsung memerintahkan personelnya untuk membersihkan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa potongan tubuh salah seorang korban yang tewas terlindas kereta.


"Pas kereta api lewat. Sehingga (awal olah TKP) ada yang terlindas dua orang dan enam orang yang terjatuh," kata Rudi di viaduk Jalan Tugu Pahlawan, Jumat (9/11).


Beberapa menit kemudian, panitia Surabaya Membara menghentikan pagelaran drama. Alasannya, situasi dan kondisi sudah tidak kondusif untuk melanjutkan acara.


Warga yang menonton pun mulai membubarkan diri. Beberapa polisi masih yang berjaga di sekitar lokasi kejadian. Sisanya membantu penanganan dan identifikasi para korban yang dirawat di RSUD dr. Soetomo, RSUD dr. M. Soewandhi, dan RS PHC Surabaya.


Santunan Mengalir


Tragedi tersebut mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Khofifah Indar Parawansa.


Bahkan Khofifah yang menghadiri pagelaran Surabaya Membara, sempat menyaksikan tragedi berdarah tersebut. Dia memberikan pidato dukacita dan doa kepada para korban sebelum panitia resmi menghentikan acara.


"Saya menyatakan turut berduka dengan para korban yang tertabrak kereta di viaduk. Saya mendoakan agar semua amal ibadahnya diterima Tuhan Yang Maha Esa," kata Khofifah di panggung teatrikal Surabaya Membara, Jumat (9/11) malam.


Usai mendoakan korban, Khofifah memberikan semangat kepahlawanan kepada semua penonton di lokasi kecelakaan. Meski banyak penonton yang beranjak pulang, Khofifah masih menyerukan tentang arti semangat kepahlawanan. "Semangat kepahlawanan berarti menunjukkan semangat membela Indonesia," ucap Khofifah.


Pernyataan belasungkawa juga datang dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menyesalkan adanya korban jiwa saat pagelaran Surabaya Membara.


Untuk itu, Budi akan memberikan santunan kepada keluarga korban. Namun besarnya santunan tak disebutkan dengan jelas. “Untuk korban yang wafat, kami dari Kementerian Perhubungan akan memberi santunan kepada keluarganya. Karena ini tragedi kemanusiaan dan tentunya tidak diinginkan siapa pun,” tutur Budi.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore