Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Desember 2015 | 13.36 WIB

Kisah Mengharukan Tim Damkar Padamkan Api di Ramayana Pekanbaru

Petugas Damkar Pekanbaru Zulfiqri, akhirnya tumbang kelelahan setelah berjibaku memadamkan api. - Image

Petugas Damkar Pekanbaru Zulfiqri, akhirnya tumbang kelelahan setelah berjibaku memadamkan api.

Jawapos.com- Pusat perbelanjaan padat Ramayana Pekanbaru, mengalami kebakaran hebat. Api bahkan membara untuk jangka waktu paling lama, lebih dari 24 jam. Sekitar 980 lebih kios pedagang hangus terbakar.



 

Meski api sudah mulai padam, namun bukan berarti tim pemadam kebakaran (Damkar) bisa duduk tenang. Mereka harus mulai menyisir satu persatu lantai bangunan yang terbakar, untuk menemukan korban yang diduga terjebak.




Lelah tergurat jelas dari wajah Zulfiqri. Matanya memerah, kulitnya pucat pasi. Langkah kakinya berat. Meski begitu, Handy Talky (HT)  tetap digenggamnya erat. Suara paraunya terus memanggil timnya yang masih terus menyisir didalam bangunan pusat perbelanjaan itu.



"Yang dilantai dasar monitor, alat alat bagaimana sudah ditarik keatas.Usakan jika menyisir tidak sendirian. Minimal dua orang," ucap Fiqri melalui HT, Kamis (10/12).



Usai mengkordinir, Fiqri kemudian mengangkat selang selang yang masih berserakan dan menggulungnya. Saat menggulung itulah Ia ambruk. Kakinya tiba tiba kram. "Tolong tolong, angkat kakiku. Angkat tolong tolong," teriaknya.



Beberapa orang anggota pemadam lantas lari memberikan pertolongan. Ia kemudian dievakuasi ketempat yang lebih teduh, dibantu beberapa anggota brimob yang sedang berjaga di lokasi tersebut.



"Panggil ambulance saja. Cepat panggil," perintah salah seorang aggota kepada tim medis. " Sudah tidak usah pak, ini cuma kram saja. Biasa ini. Saya minta balsem saja," jawab Fiqri yang masih terus meringis kesakitan.



Dua orang perawat dari puskesmas lantas memberi pertolongan. " Wah bapak harus istirahat, ini tensinya rendah. Jangan dipaksakan," kata salah seorang perawat usai mengecek tensi fiqri.



" Iya mbak, saya memang kurang tidur. Selama tiga hari saya sudah disini. Hp saja gak dicas bisa lowbat apalagi manusia kan," candanya.



Kepada Riau Pos (Jawa Pos Group), Fiqri yang merupakan komandan regu pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru mengatakan bahwa sebenarnya sudah dibuat sistem sift dalam menangani kebakaran. Namun karena kondisi api yang tidak terkendali dia tidak tega meninggalkan anggotanya.



"Sebenarnya sudah ada sistem sift bang. Tapi saya tidak tega meninggalkan anggota. Ini lebih tanggung jawab moral. Kalau cuma kram sudah biasa bang," katanya.



Pemadaman kebakaran di Ramayana kata Fiqri memang menjadi yang terlama. Hal ini dikarenakan sulitnya akses menjangkau titik api dan luasnya areal yang terbakara. Padahl 150 orang anggota Damkar sudah diturunkan dibantu puluhan anggota dari luar instansi.



"Mobil saja sudah 35 mobil yang turun. Ini sudah total dari chevron dan Indah Kiat. Tapi karena sulitnya medan, makanya begini," sambung Fiqri.



Selama pemadaman dilanjutkan Fiqri, sudah tiga orang anggotanya yang cidera. Mulai dari terkena serpihan kaca hingga terkena nozel mesin penyemprot. " Wah kalau cuma kram begini tidak seberapa. Anggota saya sudah tiga orang terluka," imbuhnya.

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore