Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Desember 2015 | 21.05 WIB

EMERGENCY DRILL: `Pesawat Pelita Air Jatuh`, 2 Penumpang Tewas

EMERGENCY DRILL: Petugas berupaya mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Pelita Air di Bandara Badak LNG, Senin (7/12) kemarin. Sementara, para korban selamat mendapat perawatan intensif. - Image

EMERGENCY DRILL: Petugas berupaya mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Pelita Air di Bandara Badak LNG, Senin (7/12) kemarin. Sementara, para korban selamat mendapat perawatan intensif.

JawaPos.com BONTANG - Pesawat Pelita Air nomor penerbangan PK-PAX yang membawa 35 penumpang dan empat awak kabin mengalami kecelakaan di Bandara Badak LNG, Senin (7/12) kemarin. 



Akibat kejadian itu, dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka.



Kronologisnya, pesawat lepas landas dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan sekira pukul 15.00 Wita. 



Sekira 30 menit saat akan mendarat di bandara, petugas AFIS Tower melihat bahwa landing gear sebelah kiri pesawat patah.



Pesawat nahas itupun terhenti di tengah runway. Pesawat kandas ke kiri dengan baling-baling menghantam landasan. Sayap pesawat patah dan menyebabkan terjadinya kebocoran bahan bakar jet A-1 fuel. Sehingga, kobaran api pun langsung muncul di landasan.



Fire Rescue Badak LNG pun langsung berusaha memadamkan api, sementara Dispatch Center RS LNG Badak (KSO-BP) berupaya mengevakuasi penumpang dan awak kabin. 



Sekira pukul 16.15 Wita, si jago merah berhasil dipadamkan dan proses evakuasi selesai. Situasi pun dinyatakan normal kembali. 



Meski demikian, kejadian itu tidak benar-benar terjadi alias hanya simulasi saja. Kegiatan tersebut merupakan simulasi keadaan darurat (emergency drill) yang dilakukan saat pesawat mendarat. Tujuannya, untuk melatih kesiapan para personel agar lebih siap dalam mengantisipasi kecelakaan pesawat saat akan mendarat. Tema yang diambil adalah: "Crash Landing of Pelita Air's Aircrat".



Senior Manager Corporate Communication Badak LNG, Hermansyah mengatakan, tujuan simulasi ini untuk mengantisipasi kecelakaan pesawat, terutama saat melakukan pendaratan di bandara. 



“Setiap emergency drill dilakukan, jenis kecelakaannya akan berbeda. Kali ini, mengangkat simulasi saat pendaratan dengan kondisi gir sebelah kiri patah,” jelas Hermansyah.



Dalam simulasi yang seolah-olah menimbulkan korban jiwa tersebut, Badak LNG bersama PT Pelita Air bersama-sama melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan. 



Dalam simulasinya, kejadian tersebut tidak berdampak luas pada masyarakat sekitar area Badak LNG, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti semula. 



Sementara, Director & COO Badak LNG, Yhenda Permana mengatakan, emergency drill merupakan latihan situasi darurat kelima yang diadakan Badak LNG selama 2015. Simulasi keadaan darurat itu sebagai cara untuk menguji kesiapan seluruh personel dalam menghadapi situasi darurat, termasuk yang menyangkut keselamatan penerbangan. 



“Kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan. Latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh personel dalam menghadapi situasi darurat, termasuk yang menyangkut keselamatan penerbangan,” kata Yhenda.



Dia menambahkan, dengan latihan rutin ini, para pekerja dan seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat lebih sigap bila sewaktu-waktu terjadi ancaman bahaya yang tidak diduga. (mga/jpg)

Editor: Andi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore