
Photo
JawaPos.Com--Mahalnya harga kebutuhan barang pokok dan kelangkaan BBM, membuat masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Papua, turun ke jalan. Aksi demonstrasi ini diikuti ribuan massa dari Forum Masyarakat Jayawijaya se Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP), Mahasiswa Sepegunungan Tengah Kota Studi Wamena, para tukang Ojek Wamena, Supir taksi Wamena dan Mama-mama Papua. Mereka melakukan aksi demo ke Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya.
Masyarakat yang demo di Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya tersebut awalnya berkumpul di Kampung Dinakma, Waouma, Pikey dan juga jalan Hom-hom yang kemudian secara bergantian tiba di Kantor DPRD pada pukul 10;00 Wit pagi hari, kemarin.
Setelah melakukan orasi kurang lebih satu jam yang pada intinya menuntut sikap DPRD Kabupaten Jayawijaya untuk memperjuangkan nasib masyarakat Jayawijaya yang saat ini mengalami krisis stok bahan makanan dan juga terjadi kelangkaan dan juga mahalnya BBM yang beredar di Kabupaten Jayawijaya yang mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu perliter.
“Kita menuntut penjelasan dan sikap oleh DPRD, Pemda Jayawijaya dan juga Aviasi penerbangan untuk menjelaskan bagaimana bisa harga BBM mencapai Rp 50 sampai Rp 100 ribu perliter yang merupakan harga tertinggi yang pernah ada di Negara ini,” ungkap Mully Wetipo yang sebagai Koordinator FMJ-PTP.
Sementara itu Kordinator Mahasiswa pegunungan tengah Papua, Dolpinus Weya dalam orasinya mengungkapkan bahwa pembagian BBM subsidi dengan jenis kupon sudah selayaknya untuk ditinjau dan mempertanyakan pemakaian BBM subsidi apakah pemakaiannya sudah tepat sasaran karena ada kecurigaan bahwa yang memakai BBM Subsidi tersebut juga adalah dari kalangan Pejabat dan kalangan orang kaya.
Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Latumahalo yang langsung menemui para pendemo menyampaikan bahwa pihaknya dari awal sudah menyikapi permasalahan kesulitan dan melonjaknya harga BBM. Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa saat ini pesawat cargo yang mengangkut bahan makanan sudah kembali normal dengan ada 7 sampai 9 pesawat yang melayani rute Jayapura ke Wamena.
Sementara itu Kepada Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya, Samuel Manua mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bekerja secara optimal dan adanya permasalahan mengenai kelangkaan tidak lain karena sempat maskapai penerbangan yang melayani perharinya 10 pesawat dan beberapa waktu lalu hanya 4 pesawat dan saat ini mulai normal kembali.
Sementara itu Ketua Asosiasi Aviasi Penerbangan Wamena, Maikel mengungkapkan dan mengakui bahwa memang ada beberapa penerbangan yang memperlakukan kenaikan tarif dari Rp 9 ribu rupiah menjadi Rp 12 ribu rupiah, namun ia mengakui bahwa itu diperlakukan hanya untuk barang-barang basah seperti ayam dan ikan.(gin/nan/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
