Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 November 2015 | 17.42 WIB

BBM Rp100 Ribu per Liter! Mama-mama Papua Pilih Turun ke Jalan

Photo - Image

Photo

JawaPos.Com--Mahalnya harga kebutuhan barang pokok dan kelangkaan BBM, membuat masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Papua, turun ke jalan. Aksi demonstrasi ini diikuti ribuan massa dari Forum Masyarakat Jayawijaya se Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP), Mahasiswa Sepegunungan Tengah Kota Studi Wamena, para tukang Ojek Wamena, Supir taksi Wamena dan Mama-mama Papua. Mereka melakukan aksi demo ke Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya.



 

Masyarakat yang demo di Kantor DPRD Kabupaten Jayawijaya tersebut awalnya  berkumpul di Kampung Dinakma, Waouma, Pikey dan juga jalan Hom-hom yang kemudian secara bergantian tiba di Kantor DPRD pada pukul 10;00 Wit pagi hari, kemarin.




Setelah melakukan orasi kurang lebih satu jam yang pada intinya menuntut sikap DPRD Kabupaten Jayawijaya untuk memperjuangkan nasib masyarakat Jayawijaya yang saat ini mengalami krisis stok bahan makanan dan juga terjadi kelangkaan dan juga mahalnya BBM yang beredar di Kabupaten Jayawijaya yang mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu perliter.



“Kita menuntut penjelasan dan sikap oleh DPRD, Pemda Jayawijaya dan juga Aviasi penerbangan untuk menjelaskan bagaimana bisa harga BBM mencapai Rp 50 sampai Rp 100 ribu perliter yang merupakan harga tertinggi yang pernah ada di Negara ini,” ungkap Mully Wetipo yang sebagai Koordinator FMJ-PTP.



Sementara itu Kordinator Mahasiswa pegunungan tengah Papua, Dolpinus Weya dalam orasinya mengungkapkan bahwa pembagian BBM subsidi dengan jenis kupon sudah selayaknya untuk ditinjau dan mempertanyakan pemakaian BBM subsidi apakah pemakaiannya sudah tepat sasaran karena ada kecurigaan bahwa yang memakai BBM Subsidi tersebut juga adalah dari kalangan Pejabat dan kalangan orang kaya.



Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Latumahalo yang langsung menemui para pendemo menyampaikan bahwa pihaknya dari awal sudah menyikapi permasalahan kesulitan dan melonjaknya harga BBM. Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa saat ini pesawat cargo yang mengangkut bahan makanan sudah kembali normal dengan ada 7 sampai 9 pesawat yang melayani rute Jayapura ke Wamena.



Sementara itu Kepada Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya, Samuel Manua  mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bekerja secara optimal dan adanya permasalahan mengenai kelangkaan tidak lain karena sempat maskapai penerbangan yang melayani perharinya 10 pesawat dan beberapa waktu lalu hanya 4 pesawat dan saat ini mulai normal kembali.



Sementara itu Ketua Asosiasi Aviasi Penerbangan Wamena, Maikel mengungkapkan dan mengakui bahwa memang ada beberapa penerbangan yang memperlakukan kenaikan tarif dari Rp 9 ribu rupiah menjadi Rp 12 ribu rupiah, namun ia mengakui bahwa itu diperlakukan hanya untuk barang-barang basah seperti ayam dan ikan.(gin/nan/JPG)

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore