Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Oktober 2015 | 05.53 WIB

Petugas Jinakkan Paket Bom di Hotel Sutanraja

ANCAMAN: Dua anggota Jihandak menggunakan Body Armor saat mengeluarkan bom dari dalam mobil Avansa. - Image

ANCAMAN: Dua anggota Jihandak menggunakan Body Armor saat mengeluarkan bom dari dalam mobil Avansa.

JawaPos.com - Situasi Hotel Sutanraja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, sempat mencekam, Kamis (29/10). Bahkan, sempat timbul kekacauan. Hal tersebut terjadi karena adanya teror bom di hotel berbintang itu.





Informasi diperoleh, sebelumnya karyawan menerima telepon tentang ancaman ledakan bom. Kemudian pihak hotel langsung meminta bantuan petugas berwajib.





Akirnya Tim Penjinak Bahan Peledek (Jihandak) Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) IV Yudha Karya Nyata (YKN) yang dipimpin langsung Dandenzipur Mayor CZI Alid Setiawan datang bersama anggota lengkap dengan semua peralatan penjinak bom.



Saat di lokasi Tim Jihandak segera mencari lokasi bos diletakan. Tak butuh waktu lama, karena dibantu robot pendeteksi bom yang dikontrol dari jarak jauh milik Jihandak, lokasi bom ditemukan.



Ternyata bom itu teletak di dalam mobil Avansa dengan nomor polisi 1079 MC di areal parkir hotel dalam bentuk paket. Tim kemudian langsung memasang garis pembatas agar areal tersebut bebas dan aman dari orang-orang.



Tak lama kemudian dua orang yang mengunakan Body Armor (baju antiledak) mencoba mengeluarkan bom dari dalam mobil. Robot kemudian mengambil paket tesebut dan membawanya ke tempat terbuka.



Setelah itu kedua anggota yang mengunakan Body Armor memasang alat discrupter dengan mengunakan tripot (tiga kaki) yang gunaya untuk menghancurkan dan merusak penyala paket bom.



Akhirnya tak butuh lama setelah menjauh timbul sebuah ledakan yang sampai mengetarkan kaca hotel dan mobil-mobil di areal parkir hotel dari dalam paket bom tersebut.



Namun kekacauan pagi itu bukanlah kejadian nyata atau sebenarnya. Menurut Dandenzipur Mayor CZI Alid Setiawan, itu merupakan latihan teknis dan taktis Jihandak.



"Kami melakukan simulasi dalam rangka mengantisipasi apabila terjadi teror bom saat pemilukada nanti. Kami diminta untuk mem-backup kepolisian, maka kami sudah benar-benar siap menangani dan mengatasi hal tersebut,” ungkap Setiawan kepada Radar Manado (Jawa Pos Group).



Terpantau turut menyaksikan dan mengontrol dari Kecabangan Direktorat Zeni Angkatan Darat RI Kepala Sub Departemen Taktik dan Teknik Zeni TNI AD, Kolonel CZI Susanto Budiraharjo. (jos/scr/hsn/JPG)

Editor: Husain
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore